Cara Diet Organik | untitled

www.indoreiki.com

ARTIKEL MAKANAN ORGANIK

Pilih Makanan Organik Untuk Kesehatan Anda

(Resep Online) - MEITY Pondaaga (57), pensiunan Citibank yang kini menjadi konsultan perbankan, sekitar empat tahun lalu mulai mengonsumsi sayuran organik. Keputusan mencoba sayuran organik dipicu oleh tersedianya makanan tersebut di sebuah toko swalayan. Sebelumnya dia sudah banyak membaca mengenai makanan organik dari majalah-majalah kesehatan asing.

APA yang masuk ke tubuh, semuanya ada efeknya. Obat saja ada efek sampingnya, bagaimana dengan makanan yang kita makan? (Itu) pakai pupuk apa, bahan kimia apa, pasti ada efeknya ke tubuh," kata Meity. Apa yang kita makan katanya akan menentukan siapa kita. Ungkapan ini tentu saja tidak semata-mata menyangkut makanan apa yang kita makan, di mana kita makan, dan bagaimana kita memakan makanan itu. Pengaruh sangat jelas makanan adalah terhadap kesehatan serta kebugaran tubuh, dan sampai batas tertentu, kecantikan dan kemudaan kita.

Dengan alasan kesehatan itulah kini semakin banyak orang-setidaknya di Jakarta-yang sukarela mau merogoh kantong mereka untuk membeli makanan organik. Makanan itu juga semakin banyak ditawarkan di berbagai toko swalayan, bahkan ada restoran-restoran yang menyediakan menu khusus sayuran dan daging ayam yang diproduksi secara organik.
Meity menyebutkan, alasan mengonsumsi sayur-mayur organik sejak empat tahun lalu adalah demi kesehatan. Ayah Meity menderita sakit jantung, sementara ibunya punya penyakit darah tinggi. Meity khawatir terkena penyakit yang bisa diturunkan itu dan sangat dipengaruhi gaya hidup, yaitu antara lain makanan yang dikonsumsi, karena kedua orangtuanya penggemar olahraga.

Alasan kesehatan pula yang membuat Ny Rosalinda (39), warga di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, mulai mengonsumsi makanan organik sejak setengah tahun lalu setelah membaca artikel mengenai makanan ini di sebuah majalah kesehatan. "Sayuran dikasih pestisida dan pupuk kimia, ayam dikasih antibiotik dan hormon, ada juga sapi edan (gila-Red), makanan kemasan pakai pewarna tekstil. Benar-benar mengerikan," kata Rosalinda yang menularkan kebiasaan barunya ini kepada dua anak dan suaminya.

Kesadaran untuk hidup sehat dengan mengonsumsi makanan organik ini bukan cuma dilakukan individu-individu. Ny Traute Christa Ongkowijaya (50), warga Kelapa Gading, Jakarta Utara, menjadi semacam ketua kelompok dari para konsumen makanan organik yang anggotanya sekitar 15 orang. Setiap hari Jumat, sayuran organik dari perkebunan milik Pater Agatho, pelopor sayuran organik di Indonesia, dikirim ke rumahnya.

"Setiap Jumat anggota datang ke rumah saya untuk mengambil sayuran itu. Jenis macam-macam, apa saja yang sedang alam berikan. Yang penting aman," kata Ny Ongkowijaya. Ny Ongkowijaya mengatakan, alasan kesehatanlah yang membuat dia mengonsumsi sayuran organik. Jakarta, kata dia, sudah sangat terpolusi. "Jakarta kan termasuk tiga kota yang paling terpolusi di dunia. Jadi, sedapat mungkin dari makanan kita tidak semakin mencemari tubuh," kata dia.

KESADARAN untuk mengonsumsi sayuran organik ini tidak terbatas pada mereka yang sudah berusia relatif lanjut. Ibu-ibu muda dari kalangan selebriti, seperti penyanyi Lusy Rahmawati (27) dan Melly Manuhutu (29), serta pembawa acara televisi Sophie Navita (29) juga mulai rajin mengonsumsi sayuran yang mereka yakini sehat itu.

Melly mulai berkenalan dengan sayuran organik karena kebetulan dia tinggal di kawasan Ciburial, Cisarua, Jawa Barat. Di tempat tinggalnya itu dia dengan mudah mendapatkan sayuran organik yang ditanam di kebun milik Pater Agatho. Penyanyi yang pernah hamil tetapi kemudian keguguran itu memakan beragam sayuran organik, seperti wortel, bayam, selada, lobak, labu siam, tomat, selain ubi, dan pisang. Bahkan ayam dan telur pun dia pilih yang diproduksi secara organik.

Lain lagi alasan Lusy Rahmawati yang mulai mengonsumsi sayuran organik secara teratur setelah kelahiran anak pertamanya, Keitro Jose Purnomo, yang baru berumur satu tahun. "Makanan organik terutama untuk anakku. Aku sendiri tidak terlalu strict. Untuk anak, aku usahain sedini mungkin tidak mengonsumsi makanan dengan campuran bahan pengawet," kata istri dari sutradara film Jose Purnomo.

Awalnya Lusy masih merasakan harga sayuran tersebut mahal sehingga dia terpaksa tidak sering membeli. Tetapi, begitu hamil dan melahirkan, Lusy mulai mengonsumsi sayuran organik yang dia kenal melalui tawaran di sebuah toko swalayan di dekat rumahnya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Alasan penyanyi ini karena sekarang banyak penyakit yang aneh-aneh. "Aku pikir, untuk anakku keluar biaya ekstra tidak apa-apa," papar Lusy.

Pengalaman Sophie Navita dengan sayuran organik juga berhubungan dengan kehamilannya dan ketika dia menyusui sendiri anaknya. "Awalnya memang buat anak, tetapi akhirnya juga buat keluarga. Jadi, sekalian belanja," kata Navita yang istri dari Pongky, penyanyi kelompok musik Jikustik. "Entah sugesti atau apa, tetapi yang jelas saya merasa lebih segar dan badan lebih ringan setelah banyak mengonsumsi makanan organik," ujarnya.

Begitu juga pengusaha Setiawan Djody (55) mengaku mengonsumsi makanan organik. Dia bahkan mendukung pertanian organik melalui Yayasan Kantata yang dia dirikan 15 tahun lalu. "Saya tertarik dengan pertanian organik setelah bertemu dengan Romo Agatho. Saya kebetulan tertarik pada gaya hidup kembali ke alam," paparnya.

APA pun alasan yang disampaikan para konsumen makanan organik, entah dengan alasan kesehatan atau kembali ke alam, tetapi makanan organik meskipun perlahan semakin populer walaupun harganya berlipat sampai tiga kali dibandingkan dengan makanan non-organik.

Untuk negara dengan peraturan ketat seperti Amerika Serikat (AS), mereka telah memberlakukan sebuah standar tentang apa yang disebut organik, yaitu makanan yang "100 persen organik" dan "organik" (untuk yang setidaknya 95 persen) diproduksi tanpa hormon, antibiotik, herbisida, insektisida, pupuk kimia, tanaman/hewan yang mengalami modifikasi genetis, atau radiasi untuk mematikan kuman (Newsweek, 30/9/2002).

Kesadaran untuk mengonsumsi makanan organik pun tidak selalu sama dari masa ke masa. Ketika budaya tandingan muncul di Barat pada tahun 1970-an-yang kemudian imbasnya juga terasa di Indonesia-konsumen mengambil makan organik sebagai sebuah identitas lebih karena alasan filosofis. Maksudnya, makanan menjadi cara mereka untuk menyuarakan kepedulian mereka terhadap kondisi lingkungan, pilihan politik, bahkan spiritualitas mereka. Akan tetapi, keadaan ini kini berbalik lebih menjadi alasan praktis, yaitu kesehatan tadi, meskipun di sini jumlah konsumennya masih dari kalangan terbatas mengingat harganya yang jauh lebih mahal tadi.

Alasan kesehatan ini pun masih menjadi pro dan kontra di negara maju seperti AS. Betul pestisida adalah racun yang dimaksudkan untuk membunuh hama penyakit yang mengganggu tanaman, dan antibiotik digunakan untuk menangkal serangan penyakit pada hewan ternak. Tetapi, mereka yang membela penggunaan teknologi-pupuk buatan, pestisida, pangan hasil modifikasi genetika-mengatakan bahwa bahaya utama datang dari bakteri seperti E coli yang terdapat pada kotoran sapi yang menjadi pupuk tanaman organik.

Namun, yang tidak dapat dimungkiri adalah semakin intensifnya penggunaan pestisida dan antibiotik pada pertanian konvensional-pertanian dengan asupan teknologi modern menjadi konvensional dibandingkan dengan pertanian organik yang sebelum munculnya Revolusi Hijau tahun 1960-an dengan teknologi modernnya adalah pertanian konvensional itu sendiri-karena munculnya masalah antara lain hama penyakit yang kebal terhadap pestisida yang ada sampai jenuhnya tanah karena penggunaan pupuk kimia terus-menerus sepanjang tahun.

Untuk lingkungan, pertanian organik dianggap lebih bersahabat terhadap lingkungan karena dia mengambil apa yang berasal dari alam dan dikembalikan ke alam seraya menjaga keragaman hayati karena tidak perlu membunuh makhluk hidup-apakah dia kutu atau serangga pemakan sayuran-secara berlebihan karena penggunaan musuh alami atau pestisida dari bahan tanaman sendiri. Dan apabila konsumen sekarang memilih makanan organik karena alasan kesehatan, itu akan menjadi sebuah cara untuk ikut memperbaiki lingkungan, sepanjang memang diproduksi dengan cara yang benar-benar organik.

Buat Ny Meity, keyakinan bahwa makanan organik yang dia konsumsi membuatnya lebih sehat adalah hal yang terpenting. "Saya sekarang juga tidak pernah sakit yang berat- berat, paling-paling hanya flu. Tetapi, secara umum saya suka makanan organik karena merasa safe saja," kata Meity.

Soal harga yang bisa 3-4 kali lebih mahal dibandingkan dengan harga sayuran konvensional, Meity melihat itu sebagai harga yang wajar dibayar. Kata Meity, "Daripada beli obat? Ke dokter (kalau sakit), sudah badan kita tersiksa, keluar uang banyak, badan kita kemasukan masih bahan-bahan kimia juga." ***

Hidup Sehat Dengan Makanan Organik

Tak ada orang yang tak mau hidup sehat. Dengan pola hidup teratur dan menghindari stres, hal itu bisa terpenuhi. Satu hal lain yang patut diperhatikan adalah pemilihan makanan. Seperti apa makanan yang bisa dibilang baik, hingga bisa menunjang pola hidup sehat tersebut. Jenis makanan organik merupakan solusi saat ini.

Hingga sekarang masih banyak orang yang bertanya-tanya mengenai pangan organik. Banyak juga yang mendefinisikannya sebagai makanan segar tanpa bahan kimia dan pestisida. Namun, banyak juga yang menganggap makanan jenis ini adalah makanan khusus orang-orang yang ‘gila’ kembali ke alam. Terlepas dari itu semua, harus diakui jenis makanan ini baik untuk mengurangi efek negatif racun dari berbagai bahan kimia dan pestisida.

Istilah makanan organik tidak sepenuhnya mengacu pada objek makanan tersebut. Namun menyangkut bagaimana proses produksi dan pengolahan makanan. Jadi ada benarnya anggapan jenis makanan diproduksi tanpa menggunakan bahan-bahan kimia beracun.
Sampai sekarang kita tak bisa lepas sepenuhnya dari residu kimia dan pestisida. Contohnya tanah masih tetap mengandung bahan kimia karena penggunaan pupuk urea. Atau polusi udara dan air yang juga turut memberikan andil. Ini karena tidak semua petani Indonesia menggunakan sistem pertanian ekologis – memperhatikan kaidah kesehatan dan lingkungan.

Jadi, apa alasan kuat yang bisa diajukan untuk memilih makanan jenis ini.

Alasan

Hippocrates, pemikir ilmu kesehatan modern, mengungkapkan biarkan makanan menjadi obat Anda dan biarkan obat menjadi makanan Anda. Pemikiran Hippocrates tersebut sekarang digali ulang sebagai landasan mengapa kita seharusnya memilih makanan.

Alasan yang berikutnya adalah masalah masa depan. Generasi penerus kita tidak seharusnya menerima akibat negatif dari apa yang kita lakukan sekarang. Hasil studi terakhir membuktikan bahwa anak-anak terkena empat kali lebih banyak efek pestisida daripada orang dewasa.

Sampai sekarang tercatat setidaknya ada delapan jenis pestisida dalam makanan yang dapat menyebabkan kanker. Pilihan makanan yang non-residu kimia dan pestisida saat ini akan membawa pengaruh penting pada kesehatan generasi mendatang.

Juga masalah ini bersangkutan dengan kemauan kita melindungi kualitas air. Seperti kita tahu, dua pertiga dari tubuh kita mengandung air. Air juga memenuhi dua pertiga isi bumi ini. Air sangat penting bagi kehidupan manusia. Tapi, hingga sekarang diperkirakan kebanyakan air tanah telah tercemar oleh pestisida.

Sudah ada 38 negara yang tingkat pencemaran airnya melebihi ambang batas, dan mirisnya berarti lebih dari setengah penduduk negara tersebut meminum air tercemar tadi.

Alasan lain adalah penghematan energi. Kebanyakan pertanian modern sekarang menggunakan bahan bakar minyak bumi. Hingga mencapai total 12 persen yang dikonsumsi oleh sektor tersebut. Berarti banyak energi yang dibutuhkan untuk memproduksi pupuk kimia daripada untuk mengolah dan memanen tanaman.

Secara kesehatan, pestisida ternyata bisa juga menyebabkan kanker. Hampir 1,4 juta kasus kanker di dunia disebabkan oleh bahan ini. Ternyata pestisida juga memberikan pengaruh pada cacat kelahiran, kerusakan syaraf dan mutasi genetik.

Memilih makanan ini berarti kita juga menolong kelangsungan hidup petani. Secara kesehatan, para pekerja pertanian terancam saat harus menggunakan pestisida. Ini karena aturan penggunaan pestisida di negara berkembang belum menjamin keamanan penggunaannya. Hingga sekarang diperkirakan satu juta petani mengalami keracunan pestisida per tahunnya. Beberapa jenis pestisida yang dilarang digunakan di negara AS ternyata masih diproduksi dan diekspor ke negara-negara berkembang tersebut.

Keuntungan

Memilih makanan organik ini bila dilihat dari segi nutrisi, ternyata mengandung kandungan gizi lebih baik dibandingkan dengan bahan pangan non-organik. Sehingga secara logika berarti lebih membantu proses pertumbuhan dan perbaikan tubuh bila mengalami masalah.

”Makanan juga jenis ini juga ternyata lebih hemat”, demikian menurut penuturan Ibu Bibong Widyarti D, salah seorang pengguna jenis makanan ini. Hal tersebut bisa dimungkinkan karena jenis makanan ini lebih lama basi, hingga tidak banyak beras yang terbuang, lanjutnya menguatkan.

Jadi, bukanlah hal yang merugikan bila kita memutuskan menggunakan jenis produk makanan ini sebagai alternatif makanan keluarga kita di rumah. Untungnya adalah penghematan proses produksi dan mengurangi tingkat kerusakan lingkungan di bumi yang kita cintai ini.
(str-sulung prasetyo)

Makanan Organik Hindari Penyakit Jantung

Organ ini sudah bekerja sejak manusia masih dalam kandungan. Tapi kini, lifestyle berpengaruh besar terhadap penyakit yang menyerang organ sebesar kepalan tangan.

Hampir setiap istirahat kerja, Iskandar (35 tahun) selalu memilih menu soto betawi yang menjadi kegemarannya. Jeroan yang dicampur dengan kuah kental yang panas, selalu menjadi sajian favoritnya di kala makan siang. Selama ini ia mengaku belum pernah mengalami keluhan seputar kesehatannya, meski penampilannya pun relatif gemuk. Namun seminggu belakangan ini, ia merasa dadanya sesak dan nafasnya tersengal-sengal ketika harus menaiki tangga rumahnya.

Keluhan ini disampaikan kepada saudaranya yang juga seorang dokter. Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata diketahui bahwa Iskandar mengidap kolesterol dan gejala penyakit jantung. Beruntung, penyakit ini telah terdeteksi sebelum timbul serangan yang lebih parah dan bisa menyebabkan kematian.

Memang, penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia untuk usia 40 hingga 50 tahun. Bahkan Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) dan Organisasi Federasi Jantung Sedunia (World Heart Federation) memprediksi bahwa penyakit jantung akan menjadi penyebab utama kematian di negara-negara Asia pada tahun 2010.

Sebagai penggemar makanan berkolesterol tinggi, Iskandar memang memiliki resiko besar mengidap penyakit jantung koroner. Penyakit ini menyerang pembuluh darah dan dapat menyebabkan serangan jantung. Serangan jantung dikarenakan pembuluh arteri tersumbat, yang menghambat penyaluran oksigen dan nutrisi kejantung.

Menurut dokter Hananto Andriantoro, SpJP, FIHA, ahli jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, saat kerja jantung meningkat akibatnya tekanan darah meningkat dan denyut jantung pun naik. Terjadinya hal ini bisa karena sedang gembira, cemas, kaget, olahraga atau stres. Otomatis jantung bekerja lebih keras lagi dan membutuhkan oksigen lebih banyak. Oksigen ini dibawa oleh sel darah merah melalui pembuluh koroner jantung. "Nah,bila asupan oksigen ini terhambat akibat salurannya tersumbat, akibatnya terjadi serangan jantung koroner dan bisa menyebabkan kematian," jelasnya.

Ada lagi resiko yang mengancam kejantanan pria apabila pembuluh darah arteri pudenda yang menuju ke alat kelamin tersumbat atau rusak. Akibatnya bisa fatal, disfungsi ereksi permanen bisa saja terjadi. Karena pembuluh darah inilah yang mengalirkan darah saat pria ereksi. "Sebaiknya setiap orang yang mengalami hal ini harus terbuka kepada dokter. Jangan karena masalah ini tabu, lalu memilih untuk mengobati sendiri dengan jamu atau ramuan obat kuat lain yang belum jelas hasilnya. Malah bisa terjadi komplikas,” pesan dokter Hananto.

Berdasarkan hasil penelitian Guru Besar UI, Prof. Dr. Dede Kusmana pada tahun 2005 lalu, disebutkan 99 persen penyakit jantung ini memang disebabkan perubahan pola dan gaya hidup. Perubahan itu membuat masyarakat kurang aktif bergerak, mengonsumsi makanan berlemak dan berkolesterol tinggi, merokok dan stres. Inilah yang dapat memicu munculnya resiko penyakit jantung.

Namun bukan berarti Anda tidak boleh mengkonsumsi makanan berlemak sama sekali. Lemak yang baik diperlukan, bahkan penting bagi struktur dan fungsi setiap sel dalam tubuh manusia. Lemak merupakan "bahan bakar" yang memberi Anda tenaga dua kali lebih banyak daripada jenis makanan lain. Lemak yang disimpan dalam tubuh juga berfungsi sebagai bank penyimpan tenaga. Lemak adalah bahan penyekat yang melindungi Anda dari rasa dingin yang merusak. Lemak juga menutupi saraf-saraf tubuh. Jenis lemak yang baik ini disebut HDL (high density lipoproteins). Ia dapat membantu menghilangkan kolesterol yang merusak dan tidak diinginkan itu dari pembuluh-pembuluh darah. Sehingga berfungsi juga mencegah serangan jantung.

Dokter Hananto menyarankan, untuk mengimbangi antara pola makan yang masih belum memenuhi gizi seimbang, sebaiknya melakukan exercise. Porsi latihan rutin minimal tiga kali seminggu, dapat membantu membakar lemak yang tertimbun dalam tubuh. Treadmil selama setengah jam dapat meningkatkan denyut jantung yang optimal.

Selain exercise, langkah terbaik untuk mencegah terkena resiko penyakit jantung tentu dengan mengganti pola makan yang sehat. Salah satu makanan yang bersahabat dengan jantung Anda adalah makanan yang mengandung biji-bijian. Karena memiliki kandungan serat, kaya vitamin, mineral serta antioksidan. Hal ini didukung oleh hasil studi dokter Luc Djousse, dari Sekolah Kedokteran Harvard, Amerika Serikat yang menyatakan hasil studinya di forum tahunan Asosiasi Jantung Amerika. Hasil penelitiannya mengungkapkan manfaat positif dari sereal gandum juga dirasakan oleh orang dewasa. Sereal yang terbuat dad gandum atau biji padi kaya akan serat yang efektif menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol jahat. Sekaligus menghindari serangan jantung.

Untuk mengetahui apakah pembuluh darah kita mengalami penyumbatan atau menyempit, bisa dengan melakukan deteksi dini cardiovasculer. Langkah mudahnya, dilakukan dengan melihat pembuluh darah pada leher. Lewat USG dapat diketahui, bila terjadi penebalan lebih dari 1 mili (normal) maka harus dilakukan pengobatan. Karena apabila hal ini terjadi, mengindikasikan pembuluh darah koroner dan pembuluh darah lainnya terjadi penebalan. Jadi, cegahlah sebelum ia berhenti berdetak.

Sumber: Male Emporium

Hidup Sehat, Konsumsi Pangan Organik

Bahaya polusi dan hal-hal yang berbau kimiawi membuat sebagian orang mulai menyadari arti penting pola hidup sehat. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan organik, yakni bahan makanan bebas kimia.

Ahli teknologi pangan Prof Dr FG Winarno dalam buku Pengantar Pertanian Organik, yang disebut pertanian dan pangan organik adalah pangan yang diproduksi tanpa pupuk kimia atau artifisial dan atau pestisida sintetis. Namun, menggunakan pupuk organik seperti menur dari kotoran dan feses ternak, yang dikenal sebagai pupuk kandang serta kompos yang terbuat dari limbah hasil panen pertanian yang telah mengalami fermentasi spontan.

”Sedangkan yang dimaksud dengan pestisida alami, misalnya predator spesies binatang,” ujar Winarno. Dia menambahkan, definisi pangan organik lainnya dapat melebar dan meluas. Contohnya, The International Federation of Organic Agriculture Movement (IFOAM) mengajukan batasan yang mencakup lebih luas dari sekadar aspek biofisik, yaitu meliputi beberapa aspek, seperti perikebinatangan (animal welfare), biodiversitas, dan keadilan sosial.

Menurut Ahli Terapis Organik dari Healthy Choice Kemang dr Angela C Ardhanie, yang dimaksud produk organik ialah produk yang pada proses penanaman dan pembuatannya tidak menggunakan bahan kimia atau zat-zat berbahaya. ”Misalnya, beras dan sayur organik yang pada proses penanamannya tidak menggunakan pestisida atau pupuk kimiawi.

Kemudian, pada proses selanjutnya juga tidak menggunakan pemutih. Sekarang kan banyak beras yang memakai pemutih, juga untuk gula dan tepung,” ujar dr Angela. Karena itu, untuk menanam secara organik, pengolahan dalam perkebunan organik juga harus melalui proses pembersihan terlebih dahulu.

Terutama, jika sebelumnya perkebunan tersebut telah digunakan untuk menanam secara konvensional menggunakan pembasmi hama pestisida dan pupuk yang mengandung unsur kimiawi lain. ”Ketika suatu produk disebut layak organik harus memiliki sertifikasi yang dikeluarkan lembaga tertentu,” tegas dr Angela.

Memang budi daya secara alami akan menghasilkan bahan pangan tergolong tidak menarik dari sisi penampilan. Prof Dr Ir Ali Khomsan MS, ahli gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), dalam suatu diskusi membenarkan bahwa bahan pangan organik, terutama sayuran mempunyai performa yang tidak menarik, banyak yang berlubang, dimakan ulat dan serangga.

Namun, jika ditinjau dari kualitas cita rasa, pangan organik memang lebih baik. ”Dari sisi cita rasa, bahan pangan organik juga lebih lezat. Sayuran dan buah organik lebih renyah, lebih manis, dan tahan lama. Sedangkan yang bukan, kandungan airnya tinggi sehingga rasanya kurang manis dan lebih cepat busuk,” paparnya.

Selain itu, Ali Khomsan mengungkapkan, bahan pangan organik tertentu seperti sayuran dan buah, kandungan mineral lebih baik dibandingkan bahan pangan konvensional. Beberapa penelitian menunjukkan, sayuran seperti kubis, selada, tomat, kandungan mineral kalsium,fosfor, dan magnesium jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sayuran anorganik.

Seperti tomat organik, kandungan kalsiumnya 23 mg, sedangkan yang bukan hanya 5 mg. Sementara itu, dr Angela membenarkan anggapan masyarakat yang mulai beralih ke pangan organik untuk mencapai kesehatan optimal. Meskipun, cenderung ke tindakan preventif. ”Konsep kami untuk pangan organik, yaitu untuk mencapai hidup sehat. Jadi gaya hidup berubah, dari makan junk food atau makan sayuran yang terpapar pestisida, ditambah atau pengawet ke organik.

Tujuannya untuk mencegah penyakit atau preventif.Sebab, setiap zat yang ditambahkan pasti ada efek negatifnya,” tutur ibu satu anak itu. Pasalnya, jika zat-zat yang berbahaya tersebut terus menerus dikonsumsi, akan menjadi beban yang menumpuk di dalam tubuh seseorang.(ririn sjafriani)

Sumber: Harian SINDO edisi Senin, 02/04/2007

Tentang Diet Organik

Penyebab Sakit Manusia

Makanan Organik

Susu Kedele Organik

Cara Memesan Produk

Foto-2 Kesaksian Konsumen

MELILEA

A. Profil Perusahaan

B. Pendaftaran Anggota

C. Peluang Bisnis

Artikel Toxin & Detoxifikasi

Artikel Kesehatan & Penyakit

Artikel Diet

Artikel Makanan Organik

Artikel Susu Kedele

Para Artis & Makanan Organik

Sertifikasi Halal Internasional

Melilea Greenfield Organic (GFO)

Size 16 oz / 458 gram

Size 4 oz / 114 gram

Melilea Organic Soya
(Susu Kedele Instan)

Kemasan Baru Size 500 gram

Produk kosmetik dari bahan nabati organik

Wajah tampak tua dan kuyu  sebelum konsumsi Melilea Greenfield Organic

Wajah lebih muda, segar, dan bersih setelah konsumsi Melilea Greenfield Organic

Wajah berjerawat sebelum konsumsi Melilea Greenfield Organic

Wajah bebas jerawat dan bersih setelah konsumsi Melilea Greenfield Organic

Wajah berjerawat sebelum konsumsi Melilea Greenfield Organic

Wajah bebas jerawat dan bersih setelah konsumsi Melilea Greenfield Organic

Obesitas dan perut buncit sebelum konsumsi Melilea Greenfield Organic

Tubuh fit dan langsing setelah konsumsi Melilea Greenfield Organic

Tentang Diet Organik

Penyebab Sakit Manusia

Makanan Organik

Susu Kedele Organik

Cara Memesan Produk

Foto-2 Kesaksian Konsumen

MELILEA

A. Profil Perusahaan

B. Pendaftaran Anggota

C. Peluang Bisnis

Artikel Toxin & Detoxifikasi

Artikel Kesehatan & Penyakit

Artikel Diet

Artikel Makanan Organik

Artikel Susu Kedele

Para Artis & Makanan Organik

Sertifikasi Halal Internasional

Melilea Greenfield Organic (GFO)

Size 16 oz / 458 gram

Size 4 oz / 114 gram

Melilea Organic Soya
(Susu Kedele Instan)

Kemasan Baru Size 500 gram

www.indoreiki.com

Kaskus BlueFame IndoForum KapanLagi IndoCina AjangKita LautanIndonesia MyQuran Adsense-Id BintangMawar JogjaKita KafeGaul Plasa LivingIndonesia PickUpArtist MetroPolice NasmocoCommunity ForumMedanOnline ForumKompas ForumSamarinda ForumWGaul MedicaStore BintangMawar eSnips OLX ForumGilaUpload EbookIndonesia BerbagiCerita Peluang Kerja Karir Power Energy Plus (PEP) DietOrganik Google Yahoo MSN Search Live Search Lycos Altavista Ask

THIS IS AN UNOFFICIAL SITE OF MELILEA INTERNATIONAL

(C) 20 www.indoreiki.com ~ MELILEA diet makanan nabati organik.


Report Content · · Web Hosting · Blog · Guestbooks · Message Forums · Mailing Lists
Easiest Website Builder ever! · Build your own toolbar · Free Talking Character · Email Marketing
powered by a free webtools company bravenet.com