Cara Diet Organik | untitled

www.indoreiki.com

ARTIKEL KESEHATAN & PENYAKIT

Kiat Mengelola Kolesterol Tinggi

Gejalanya memang tidak tampak. Itulah yang menyebabkan seseorang dengan risiko berkolesterol tinggi harus rajin memeriksakan darah ke laboratorium. Sementara usaha perbaikan bisa dijalankan melalui diet rendah lemak dan rajin berolahraga. Kalau buntu, obat bisa dijadikan alternatif pamungkas.

“Heran, kadar total kolesterol saya hampir selalu di atas 275 mg/dl. Padahal saya sudah mengurangi makanan tinggi lemak,” keluh Ibu Yus (55), yang berperawakan kurus tinggi. Mengapa Ibu dua orang putri ini harus merisaukan kadar kolesterolnya? Memang, tinggi kolesterol atau hiperkolesterolemia bukanlah suatu penyakit dan juga tidak dirasakan gejalanya. Tapi kalau kita kurang waspada, pembuluh darah bisa rusak atau dinding pembuluh bisa melemah (arterosklerosis). Kalau keterusan bisa berisiko terkena penyakit jantung koroner (PJK) dan stroke.

Sebenarnya apa fungsi kolesterol dalam tubuh kita? Ia diperlukan dalam berbagai proses metabolisme. Misalnya, selain sebagai bahan pembentuk dinding sel, kolesterol juga dibutuhkan untuk membuat vitamin D. Bahan ini juga berperan dalam penyusunan hormon-hormon steroid, termasuk hormon seks dan kortikosteroid. Demikian juga pembuatan asam empedu yang digunakan untuk mengemulsi lemak.

Kolesterol dibuat dalam hati dan usus halus, tapi “rumahnya” ada di darah. Ia terangkum dalam ikatan lipoprotein, yang terdiri atas chylomicron, VLDL (very low density lipoprotein), LDL(low density lipoprotein) dan HDL(high density lipoprotein).

Lipoprotein tersebut masing-masing mempunyai fungsi. Chyclomicron mengangkut kolesterol yang baru saja dibentuk dalam usus halus untuk kemudian dibawa ke limpa. VLDL bertugas membawa kolesterol yang dikeluarkan dari hati ke jaringan otot untuk disimpan sebagai cadangan energi. LDL mengangkut kolesterol di dalam plasma darah untuk keperluan pertukaran zat. Sayang, dalam menjalankan tugasnya partikel-partikel LDL mudah menempel pada dinding pembuluh koroner. Sementara HDL berperan menangkap kolesterol bebas dari sel-sel membran yang mati, untuk diangkut kembali ke dalam hati. Karena itu HDL dikenal sebagai kolesterol yang baik.

Untuk menilai apakah kadar kolesterol seseorang tinggi atau rendah, harus dilihat pada kadar LDL dan HDL kolesterolnya. Pada tahun 1993 - 1994 NCEP(National Cholesterol Educational Program) memberikan batasan, kadar LDL maksimal bagi orang sehat berisiko rendah (kurang dari dua risiko terhadap PJK), adalah 190 mg/dl, idealnya 160 mg/dl. Bagi orang sehat (bukan penderita PJK atau stroke) yang mempunyai faktor risiko di atas dua, kadar maksimal LDL 160 mg/dl, idealnya 130 mg/dl. Sementara seorang penderita PJK atau stroke, LDL maksimalnya 130 mg/dl, idealnya 100 mg/dl atau di bawahnya.

Untuk melihat apakah seseorang berisiko PJK, bagilah kolesterol total dengan kadar HDL. Rasio yang diperoleh tidak boleh lebih dari 4,5.

Berisiko tinggi

Risiko tinggi untuk mendapat PJK dan stroke erat berhubungan dengan kadar kolesterol tinggi. Khususnya mereka yang mempunyai faktor risiko lebih dari dua, yakni pengidap hipertensi, diabetes mellitus, perokok, obesitas, dan mereka yang mempunyai faktor bawaan. Mereka yang berada di kelompok berisiko tinggi ini harus memperhatikan atau memperbaiki pola hidup sehari-hari. Bagi mereka dianjurkan untuk diet rendah lemak, berolahraga cukup, menjaga berat badan seimbang, dan berhenti merokok.

Stroke karena kolestrol tinggi disebabkan oleh kelainan dinding nadi (ditandai dengan penebalan dan hilangnya elastisitas pembuluh otak (arterosklerosis). Kasus-kasus stroke yang lebih jarang ada yang disebabkan oleh aneorisma pembuluh darah (yang menyebabkan pembuluh mudah pecah), emboli, atau irama jantung tidak normal.

Seseorang dengan kadar kolesterol tinggi memang kurang merasakan gangguan ini. “Karena tidak ada tanda-tanda khas,” kata dr. P. Tedjasukmana dari RS Mitra Keluarga, Jakarta. Namun gejala khas kadang muncul juga pada penderita menahun berupa xanthelasma atau endapan kolesterol berbentuk noda kuning muda di tengah atau di ujung kelopak mata. Gejala lain berupa xanthoma, yakni timbulnya benjolan padat pada tendo (urat) siku, tumit, atau lutut. Biasanya kedua gejala tersebut timbul pada penderita kolesterol bawaan atau genetik (familial hypercholesterolemia). Untuk memastikan benar tidaknya hiperkolesterolemia yang diidap bersifat bawaan, silsilah pasien harus diteliti. Biasanya kasus kolesterol bawaan ini mudah diketahui karena manifestasi klinisnya kuat, walaupun pada beberapa kasus ada pula yang tidak kuat. Tapi tetap saja dr. Tedjasukmana memperingatkan, “Meski manifestasi klinisnya tidak kuat, kalau tidak diimbangi dengan diet rendah lemak secara teratur, akan terkena (hiperkolesterolemia) juga.”

Kalau hati tidak beres

Karena hati merupakan pusat metabolisme lemak, kalau terjadi gangguan pada organ hati dengan sendirinya kadar kolesterol akan terpengaruh. Seseorang yang sedang menderita hepatitis, pasti kadar kolesterolnya meninggi. Demikian juga seseorang dengan sumbatan pada saluran empedunya. Tetapi begitu si penyakit dapat dienyahkan, kadar kolesterol akan normal kembali.

Dalam persentase yang kecil, gangguan pencernaan juga bisa mengganggu keseimbangan kolesterol. Di sini kadar kolesterol meninggi karena enzim pengatur lemaklah yang terganggu. Seseorang dengan kelainan hipotiroid (hormon tiroid rendah) pun bisa terganggu kadar kolesterolnya, karena menurunnya tingkat metabolisme tubuh.

Kolesterol tinggi bisa juga terjadi karena faktor dari luar. Sebut saja salah diet. Seseorang yang merasa sudah mengatur pola makannya seperti Ibu Yus tadi, belum tentu terjamin kadar LDL kolesterolnya akan membaik. “Mungkin ia sudah mengurangi konsumsi daging dan kuning telur, tapi konsumsi santan, kacang tanah, keju atau coklat tetap jalan terus. Tentu saja salah diet ini tidak akan banyak membantu,” kata Tedjasukmana pula.

Diakuinya, memang cara menurunkan kadar LDL dan menaikkan kadar HDL yang tercepat adalah dengan minum obat. Tapi dokter ahli penyakit jantung ini menyarankan sebelum mengkonsumsi obat-obatan, coba dulu mengatur pola makan dan olahraga teratur selama 6 bulan. Orang yang kegemukan harus menurunkan berat badannya terlebih dulu, mereka yang kadar trigliserida tinggi selain lemak, juga harus mengurangi konsumsi gula dan karbohidrat.

Kalau akhirnya harus minum obat, apa boleh buat. Tahun 1980-an adalah era obat kolesterol terbaru yang mengandung statin. Kelompok obat statin (misalnya: zocor, pravachol, lipitor) ini dapat mengerem kerja enzim HMG Coenzyme A (Hydroxy Methyl Glutaryl Coenzyme A) yakni enzim yang mengatur kecepatan reaksi bio-sintese kolesterol dalam hati. Penurunan kadar total dan LDL kolesterol akan terjadi dalam dua minggu pengobatan. Dengan terapi lebih lanjut, kadar trigliserida akan turun pula dan kadar HDL naik sekitar 10%.

Apakah statin boleh diminum seumur hidup? Pada dasarnya setiap dokter tidak menghendaki pasiennya minum obat seumur hidup. Ujung tombak dalam pengobatan hiperkolsterolemia adalah diet rendah lemak. Sebab itu, setelah satu resep pengobatan perlu dihentikan dulu. Pasien berusaha untuk melakukan diet dibarengi olahraga teratur. Kalau sekitar 3-6 bulan setelah pengobatan ternyata kadar kolesterol naik kembali, apa boleh buat. Sebaiknya obat diminum terus daripada menanggung risiko terkena PJK atau stroke. Kalau memang harus diteruskan, sesuaikan dosis yang ditentukan dokter.

Meski demikian, minum obat seumur hidup pun tidak akan menjadikan kadar kolesterol atau trigliserida turun terlalu rendah. Di sisi lain, penelitian menunjukkan, mereka yang minum obat penurun kolesterol dengan tujuan prevensi sekunder (sudah mengidap PJK), angka morbilitas dan mortalitasnya menurun sampai 30% dalam kurun waktu 5 tahun. Sementara pengobatan dengan tujuan prevensi primer (orang sehat dengan kadar kolesterol tinggi) menunjukkan hasil yang juga bagus (tingkat terjadinya PJK dan kematian karena PJK menurun).

Efek sampingan statin, sampai saat ini masih bisa diabaikan. Yang dapat terjadi paling-paling gangguan fungsi hati (kadar SGOT-SGPT) meningkat sesaat. Efek sampingan yang sangat jarang (kurang dari 0,5%) adalah terjadinya kerusakan sel otot (rhabdomyolysis) yang bisa berakibat gagal ginjal. Sedangkan efek sampingan ringan yang tidak berbahaya adalah setelah makan obat terasa kembung, sedikit mual, otot sedikit kencang atau pegal. Tapi ini hanya dirasakan dalam jangka waktu tertentu.

Tahukah Anda, obat kolesterol mana pun hendaknya dikonsultasikan ke dokter? Sebab ada beberapa jenis yang kandungannya mungkin tidak cocok dengan kebutuhan tubuh Anda, atau kurang mempan. Obat yang sering didengung-dengungkan melalui iklan pun hendaknya dikonsultasikan dulu ke dokter sebelum Anda mengkonsumsinya.

Olahraga teratur

Timbul pertanyaan, olahraga yang bagaimana yang efektif menurunkan kadar kolesterol? Oleh dr. Tedjasukmana disarankan untuk melakukan olahraga yang melibatkan otot-otot besar tubuh, paha dan lengan atas serta pinggul. Bisa disebut: senam aerobik, jalan kaki, berenang, joging, atau bersepeda; lakukan paling tidak tiga kali seminggu masing-masing 1 jam. Lima sampai sepuluh menit pertama digunakan untuk pemanasan, 30 menit untuk olahraga, dan 10 menit terakhir pendinginan. Olahraga dilakukan secara bertahap dan progresif. Setelah 30 menit berolahraga, detak nadi diukur yakni 70% dari nadi maksimum. Yang sudah menginjak usia setengah baya ke atas, sebelum melaksanakan olahraga rutin hendaknya memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah dirinya mengidap penyakit degeneratif, seperti hipertensi, PJK, atau diabetes.

“Nikmatilah olahraga yang kita lakukan, jangan merasa terpaksa, karena olahraga harus dilakukan secara rutin seumur hidup,” katanya. Olahraga teratur, selain membuat kadar kolesterol menjadi normal, tekanan darah dan kadar gula darah pun ikut jadi normal, serta dapat mencegah terjadinya osteoporosis (kekeroposan tulang).

Olahraga teratur saja belum cukup, tapi masih harus disertai diet rendah lemak. Dalam makanan ada 3 macam lemak yakni saturated (lemak jenuh), monounsaturated (lemak tak jenuh tunggal), dan polyunsaturated (lemak tak jenuh ganda). Makanan seperti kuning telur, jerohan, otak sapi mengandung minyak jenuh sehingga harus dihindari. Makanan laut seperti udang dan kepiting, yang mengandung minyak tak jenuh tunggal, masih boleh dikonsumsi meski dalam jumlah terbatas. Sedangkan ikan yang berasal dari laut dalam (tenggiri, tuna), yang mengandung minyak tak jenuh ganda dan Omega 3 hendaknya banyak dikonsumsi karena dapat membantu menaikkan HDL dan menurunkan LDL. “Idealnya konsumsi makanan kita mengandung lemak di bawah 30%, karbohidrat 50-60%, dan protein 20%. Konsumsi makanan berkolesterol jangan sampai lebih dari 300 mg/hari. Hentikan juga kebiasaan merokok yang dapat memicu penebalan atau penyempitan pembuluh darah.

Dengan memperhatikan tips di atas, siapa tahu kadar kolesterol Anda akan terpelihara dengan lebih baik. (Nanny Selamihardja)

Apakah Penyebab Orang Terserang Penyakit Kanker Hati?

Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia
37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (GOT, GPT), tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm! Selama ini hampir semua orang sangat bergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index).Mereka menganggap bila pemeriksaan menunjukkan hasil index yang normal berarti semua OK. Kesalahpahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter spesialis. Benar-benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar.

Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar.Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin,demikian kata dokter Hsu Chin Chuan. Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bisa memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.Penyebab utama kerusakan hati adalah:

1.      Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama.

2.      Tidak buang air di pagi hari.

3.      Pola makan yang terlalu berlebihan.

4.      Tidak makan pagi.

5.      Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.

6.      Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan.

7. Minyak goreng yang tidak sehat.

Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkonsumsi makanan yang digoreng
bila kita dalam kondisi penat,kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.

8. Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati. Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3/ 5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.

Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan.Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwalnya.

Sebab:

1. Malam hari pk 09 - 11: adalah pembuangan zat- zat tidak berguna/beracun (detoxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.

2. Malam hari pk 11 - dini hari pk 01: saat proses detoxin di bagian hati,harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

3. Dini hari pk 01 - 03: proses detoxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.

4. Dini hari pk 03 - 05: detoxin di bagian paru-paru.
Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini.Karena proses pembersihan (detoxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.

5. Pagi pk 05 - 07: detoxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.

6. Pagi pk 07 - 09: waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 06:30. Makan pagi sebelum pk 07:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk
09-10 daripada tidak makan sama sekali. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna.Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 04 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, tidurlah yang nyenyak dan jangan begadang!!!!

Referensi:

1)     http://www.geocities.com/harrysuryamansy…

2)     http://rds.yahoo.com/_ylt=A0oGkluV23pHZi…

Penyakit Seliak: Ancaman Besar Yang Masih Tersembunyi

 

Dr. Widodo Judarwanto, SpA

Picky Eaters Clinic Jakarta

(Klinik Khusus Kesulitan Makan Pada Anak)

Orangtua seorang anak yang bertubuh mungil, sebut saja si Amang berusia 7 tahun, sempat frustasi karena anaknya tidak bisa gemuk dan sulit makan sejak usia 1 tahun. Setelah berkonsultasi dengan berbagai dokter ahli tak ada kemajuan yang dialami anaknya. Akhirnya seorang dokter memvonis anaknya menderita penyakit seliak, sehingga permasalahan anaknya bisa berkurang meskipun sudah terlambat.

Penyakit seliak atau juga sering disebut Celiak Disease, Nontropical Sprue, Enteropati Gluten, Celiac Sprue adalah merupakan suatu penyakit keturunan, dimana terjadi intoleransi terhadap gluten (sejenis protein), yang menyebabkan perubahan dalam usus halus sehingga terjadi gangguan penyerapan nutrisi yang masuk ke tubuh sehingga menyebabkan berbagai gangguan pada fungsi tubuh manusia.

Penyakit seliak terjadi pada 1% di antara populasi anak dan dewasa. Pada usia dewasa terdapat 2-3 kali lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki. Penyakit ini tidak hanya dikenal di Eropa tetapi juga di Timur Tengah, Asia, Amerika dan Afrika. Meskipun banyak manusia terkena penyakit ini dan angka kejadian semakin meningkat, tetapi masih banyak terjadi underdiagnosis, meskipun bahkan di salah satu negara di Eropa dilaporkan terjadi 1 penderita pada 77 orang.

Di Indonesia sampai sekarang masih belum diketahui pasti angka kejadiannya, tetapi diduga angkanya tidak jauh dari 1 dibandingkan 100 orang. Penulis mengadakan penelitian pada penderita kesulitan makan pada anak yang berobat di Picky Eaters Clinic Jakarta (Klinik Khusus Kesulitan Makan Pada Anak) diduga sekitar 34% dari populasi anak sulit makan tersebut adalah penderita penyakit seliak, karena saat dilakukan penghindaran terhadap diet gluten terdapat perbaikan klinis yang bermakna.

PENYEBAB

Penyakit seliak merupakan penyakit permanen yang bersifat jangka panjang. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya penyakit, yaitu faktor genetik, lingkungan dan disebabkan oleh kepekaan terhadap gluten, yaitu protein yang terdapat dalam terigu dan gandum hitam, barley (jewawut) dan gandum. Makanan yang mengandung bahan tersebut adalah roti, biskuit, pasta, saos dan sebagainya. Proses terjadinya kelainan ini adalah adanya antibodi terhadap gluten yang dapat mengganggu permukaan usus halus. Gangguan ini menyebabkan lapisan usus yang berjonjot-jonjot menjadi rata. Permukaan yang rata ini kurang mampu mencerna dan menyerap makanan.

Berbagai faktor dapat mempengaruhi proses terjadinya penyakit ini, diantaranya adalah faktor genetik, faktor lingkungan dan faktor imunitas saluran cerna. Faktor genetik yang telah diidentifikasi adalah HLA-DQ2 or HLA-DQ8 proteins, yang merupakan produk dari gen HLA. Faktor lingkungan yang berpengaruh adalah pemberian ASI eksklusif, pemberian diet gluten terlalu dini atau terlalu banyak dan infeksi rotavirus saluran cerna pada usia bayi muda. Berbagai faktor inilah yang ikut menentukan mengapa gejala klinis pada penderita berbeda dan sangat bervariasi.

MANIFESTASI KLINIS

Penyakit seliak bisa mengenai berbagai usia dan setiap individu berbeda manifestasi klinis yang terjadi. Beberapa orang gejala mulai tampak saat usia anak pada orang lain timbul saat usia dewasa. Pada usia anak biasanya gejalanya timbul setelah pemberian makanan tambahan baru yaitu sekitar usia 4-6 bulan. Bila makanan tersebut mengandung gluten maka keluhan yang timbul adalah sulit buang air besar, diare, perut kembung dan sering rewel.

Pada anak yang lebih besar anak biasanya juga disertai keluhan nyeri perut. Beberapa anak mengalami sulit makan, kegagalan pertumbuhan, perut kembung yang terasa sakit, sering buang angin. Bentukan tinja biasanya banyak, berlemak, pucat dan sangat berbau busuk. Bila disiram di atas kloset terdapat bentukan benda padat yang melayang.

Di dalam mulut terlihat luka seperti sariwan atau disebut aphthus ulcers dan terdapat perubahan warna gigi atau kehilangan enamel gigi. Penderita seliak sering mengalami gigi caries atau gigi keropos. Pada kulit terjadi bintil kemerahan yang agak nyeri dan gatal terutama di daerah bokong, dada atau tangan dan kaki bagian luar yang sering disebut dermatitis herpertiformis.

Gangguan lain yang bisa terjadi adalah nyeri pada otot, tulang dan persendian atau kejang pada otot. Anak perempuan dengan penyakit seliak mungkin akan mengalami gangguan siklus menstruasi. Bahkan banyak laporan ilmiah menyebutkan gangguan infertilitas atau kesulitan punya anak sering terjadi pada penyakit ini.

KOMPLIKASI YANG TERJADI

Gangguan utama dalam penyakit ini adalah gangguan penyerapan nutrisi yang memasuki tubuh maka gangguan yang dapat terjadi adalah anemia kekurangan zat besi, kadar protein darah menurun drastis, akan terjadi penimbunan cairan dan pembengkakan jaringan atau edema. Pada beberapa penderita, gejala tersebut tidak nampak sampai mencapai usia dewasa. Bila gangguan sudah terjadi sejak usia anak resiko yang akan terjadi adalah gangguan pada tulang-tulang panjang atau osteopeni. Tergantung pada berat dan lamanya kelainan, akibat kadar protein, kalsium, natrium dan kalium darah yang rendah.

Akibat adanya malabsorbsi dapat terjadi karena kekurangan zat gizi yang menimbulkan gagal tumbuh atau gangguan peningkatan berat badan dan tinggi badan. Kekurangan protrombin yang diperlukan dalam proses pembekuan darah akan menyebabkan penderita mudah menjadi memar dan mudah mengalami perdarahan.

Beberapa peneliti menyebutkan penyakit seliak dapat mengakibatkan manifestasi neurologi atau gangguan persarafan, diantaranya adalah epilepsi, kejang, gangguan belajar, gangguan konsentrasi, depresi dan pada anak sering rewel yang tidak diketahui sebabnya. Juga dilaporkan adanya gangguan neuropati perifer dengan gejala kesemutan dan rasa kebas pada kaki dan tangan. Gangguan neurologis lain yang dilaporkan adalah “mielopati“, “ensefalitis brainstem“, “sindrom serebelar”, “myoclonic ataxia” (sindrom Ramsay-Hunt) dan “leukoencefalopati progresif kronik“.

Banyak peneliti mengungkapkan bahwa penderita seliak sering dikaitkan dengan terjadinya penyakit “autoimmune” lainnya seperti: penyakit thyroid, lupus, diabetes tipe 1, penyakit liver, penyakit pembuluh darah kolagen, reumatoid artritis atau sindrom Sjögren’s. Disebutkan penderita seliak akan 50 kali lebih mudah mengalami penyakit diabetes dibandingkan orang normal. Penderita juga 10 kali lebih mudah mengalami kekurangan Imunoglubulin A yang mengakibatkan daya tahan tubuh seseorang berkurang sehingga mudah terserang infeksi demam, batuk dan pilek. Penderita seliak yang tidak tertangani dengan baik akan beresiko menimbulkan proses keganasan (kanker) pada saluran cerna seperti adenocarcinoma dan “Enteropathy-Associated T-Cell Lymphoma“.

PENANGANAN PENDERITA

Diagnosis pasti harus dengan melakukan biopsi usus halus (duodenum), yang menunjukkan permukaannya yang mendatar dengan karakteristik adanya limfositosis intraepithelial, hiperplasia Kripta, atrofi dan pada pemeriksaan ulangan ditemukan perbaikan setelah makanan yang mengandung gluten dihentikan. Kriteria diagnostic yang dikembangkan oleh the European Society for Pediatric Gastroenterology and Nutrition hanya dibutuhkan kriteria perbaikan klinis dengan penghindaran diet gluten. Pemeriksaan darah standar yang dilakukan adalah pemeriksaan antibodi endomysial IgA yang mempunyai petanda spesifik yang tinggi pada penyakit ini dengan akurasi sekitar 100%, pemeriksaan lain adalah dengan antibodi gliadin dengan akurasi yang lebih rendah.

Penghindaran makanan yang mengandung gluten adalah penanganan terbaik yang harus dilakukan.Pemberian makanan di rumah juga harus diperhatikan dari berbagai jenis makanan yang mengandung gluten. Demikian pula bila membeli makanan kemasan harus membiasakan melihat label atau kandungan yang ada di dalam makanan tersebut. Banyak negara maju sudah mencantumkan kandungan bebas gluten dalam makanan kemasan bahkan beberapa restoran juga mencantumkan makanan yang bebas gluten.

Pemberian terapi suportif seperti pemberian kalsium, zat besi, vitamin B dan diet tinggi protein tampaknya harus dilakukan untuk mengurangi kekurangan yang ditimbulkan akibat gangguan penyakit ini.

MISDIAGNOSIS

Mendengar nama penyakitnya saja masih merupakan hal asing bagi telinga masyarakat Indonesia. Bahkan gangguan ini masih dianggap tidak ada atau sangat jarang oleh sebagian klinisi di Indonesia. Hal ini bisa dimaklumi karena di Amerika Serikat yang sudah demikian maju ilmu kedokterannyapun penyakit seliak merupakan penyakit gangguan saluran cerna kronis yang tidak popular dan sering diabaikan keberadaanya. Sehingga dalam penanganan seliak sering terjadi kesalahan diagnosis atau “misdiagnosis”. Apalagi di Indonesia, dengan tingkat pengetahuan dan sarana tehnologi medis yang ada tampaknya kejadian kesalahan diagnosis pada penyakit ini jauh lebih besar.

Dalam beberapa kasus keluhan anemia dan kelelahan dianggap sebagai gejala bukan gangguan saluran cerna seperti chronic fatigue syndrome, depression atau disebabkan berbagai penyakit lainnya. Menurut Reader’s Digest penyakit seliak merupakan salah satu dari 10 penyakit terbesar yang mengalami “misdiagnosed“. Sepuluh Penyakit yang sering terjadi kesalahan diagnosis tersebut adalah hepatitis C, lupus, penyakit seliak, hemochromatosis, aneurysm, penyakit lyme, hypothyroidism, polycystic ovary syndrome, klamidia, and “sleep apnea“.

Kesalahan diagnosis atau diagnosis alternatif yang diberikan pada penderita seliak karena kemiripannya adalah “Irritable Bowel Syndrome“, “Crohn’s disease“, Ulcerative colitis, Ulkus lambung, Divertikulosis, infeksi saluran cerna, Chronic fatigue syndrome, depresi, Diabetic Diarrhea, Diabetic Gastroparesis, alergi makanan, intoleransi makanan, Scleroderma and Ulcerative colitis. Permasalahan “underdiagnosis” di Amerika Serikat diakibatkan karena kesulitan diagnosis, gejala penyakit seliak sama dengan berbagai penyakit lainnya, banyak dokter belum mengetahui penyakit dengan baik, dan hanya beberapa laboratorium yang berpengalaman dan terlatih dalam penanganan penyakit seliak.

Melihat angka kejadian yang cukup tinggi serta resiko yang terjadi dalam gangguan ini sangat beragam dan sangat mengganggu dan berbahaya maka sebaiknya harus lebih mencermati berbagai gejala yang ditimbulkan pada tubuh sejak dini. Bila cermat dan tidak terlambat maka hanya dengan menghindari makanan yang mengandung gluten ternyata manusia bisa terbebaskan dari berbagai ancaman kesehatan yang dapat terjadi. Di Indonesia kasus ini belum banyak ditemukan diduga hanya karena banyak kasus belum terungkap karena banyak “misdiagnosis” yang terjadi. Ancaman besar yang tersembunyi ini ternyata mengintai setiap individu di dunia termasuk di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

1.       Green PH, Jabri B. Coeliac disease. Lancet 2003;362:383-391.

2.       Sollid LM, Lie BA. Celiac Disease Genetics: Current Concepts And Practical Applications. Clin Gastroenterol Hepatol 2005;3:843-851.

3.       Greco L, Romino R, Coto I, et al. The first large population based twin study of coeliac disease. Gut 2002;50:624-628.

4.       Persson LA, Ivarsson A, Hernell O. Breast-feeding protects against celiac disease in childhood — epidemiological evidence. Adv Exp Med Biol 2002;503:115-123.

5.       Ivarsson A, Hernell O, Stenlund H, Persson LA. Breast-feeding protects against celiac disease. Am J Clin Nutr 2002;75:914-921.

6.       Carlsson A, Agardh D, Borulf S, Grodzinsky E, Axelsson I, Ivarsson SA. Prevalence of celiac disease: before and after a national change in feeding recommendations. Scand J Gastroenterol 2006;41:553-558.

7.       Norris JM, Barriga K, Hoffenberg EJ, et al. Risk of celiac disease autoimmunity and timing of gluten introduction in the diet of infants at increased risk of disease. JAMA 2005;293:2343-2351.

8.       Stene LC, Honeyman MC, Hoffenberg EJ, et al. Rotavirus infection frequency and risk of celiac disease autoimmunity in early childhood: a longitudinal study. Am J Gastroenterol 2006;101:2333-2340.

9.       Ivarsson A. The Swedish epidemic of coeliac disease explored using an epidemiological approach — some lessons to be learnt. Best Pract Res Clin Gastroenterol 2005;19:425-440.

10.   West J, Logan RF, Hill PG, et al. Seroprevalence, correlates, and characteristics of undetected coeliac disease in England. Gut 2003;52:960-965.

11.   Mäki M, Mustalahti K, Kokkonen J, et al. Prevalence of celiac disease among children in Finland. N Engl J Med 2003;348:2517-2524.

12.   Bingley PJ, Williams AJ, Norcross AJ, et al. Undiagnosed coeliac disease at age seven: population based prospective birth cohort study. BMJ 2004;328:322-323.

13.   Murray JA, Van Dyke C, Plevak MF, Dierkhising RA, Zinsmeister AR, Melton LJ III. Trends in the identification and clinical features of celiac disease in a North American community, 1950-2001. Clin Gastroenterol Hepatol 2003;1:19-27.

14.   D’Amico MA, Holmes J, Stavropoulos SN, et al. Presentation of pediatric celiac disease in the United States: prominent effect of breastfeeding. Clin Pediatr (Phila) 2005;44:249-258.

15.   Rampertab SD, Pooran N, Brar P, Singh P, Green PH. Trends in the presentation of celiac disease. Am J Med 2006;119(4):355.e9-355.e14.

16.   Green PH. The many faces of celiac disease: clinical presentation of celiac disease in the adult population. Gastroenterology 2005;128:Suppl 1:S74-S78.

17.   Sanders DS, Carter MJ, Hurlstone DP, et al. Association of adult coeliac disease with irritable bowel syndrome: a case-control study in patients fulfilling ROME II criteria referred to secondary care. Lancet 2001;358:1504-15.

18.   Dickey W, Kearney N. Overweight in celiac disease: prevalence, clinical characteristics, and effect of a gluten-free diet. Am J Gastroenterol 2006;101:2356-2359.

19.   ] Ciacci C, Cavallaro R, Romano R, et al. Increased risk of surgery in undiagnosed celiac disease. Dig Dis Sci 2001;46:2206-22.

20.   Goh C, Banerjee K. Prevalence of coeliac disease in children and adolescents with type 1 diabetes mellitus in a clinic based population. Postgrad Med J 2007;83:132-136.

21.   Viljamaa M, Kaukinen K, Huhtala H, Kyronpalo S, Rasmussen M, Collin P. Coeliac disease, autoimmune diseases and gluten exposure. Scand J Gastroenterol 2005;40:437-443.

22.   Catassi C, Kryszak D, Louis-Jacques O, et al. Detection of celiac disease in primary care: a multicenter case-finding study in North America. Am J Gastroenterol 2007;102:1454-1460.

23.   Revised criteria for diagnosis of coeliac disease: report of Working Group of European Society of Paediatric Gastroenterology and Nutrition. Arch Dis Child 1990;65:909-911.

24.   Rostom A, Dubé C, Cranney A, et al. The diagnostic accuracy of serologic tests for celiac disease: a systematic review. Gastroenterology 2005;128:Suppl 1:S38-S46.

25.   Rostom A, Murray JA, Kagnoff MF. American Gastroenterological Association (AGA) Institute technical review on the diagnosis and management of celiac disease. Gastroenterology 2006;131:1981-2002.

26.   Lenhardt A, Plebani A, Marchetti F, et al. Role of human-tissue transglutaminase IgG and anti-gliadin IgG antibodies in the diagnosis of coeliac disease in patients with selective immunoglobulin A deficiency. Dig Liver Dis 2004;36:730-734.

27.   Dickey W, Hughes DF, McMillan SA. Reliance on serum endomysial antibody testing underestimates the true prevalence of coeliac disease by one fifth. Scand J Gastroenterol 2000;35:181-183.

28.   Memeo L, Jhang J, Hibshoosh H, Green PH, Rotterdam H, Bhagat G. Duodenal intraepithelial lymphocytosis with normal villous architecture: common occurrence in H. pylori gastritis. Mod Pathol 2005;18:1134-1144.

29.   Thompson T. Oats and the gluten-free diet. J Am Diet Assoc 2003;103:376-379.

30.   Hallert C, Grant C, Grehn S, et al. Evidence of poor vitamin status in coeliac patients on a gluten-free diet for 10 years. Aliment Pharmacol Ther 2002;16:1333-1339.

31.   Meyer D, Stavropolous S, Diamond B, Shane E, Green PH. Osteoporosis in a North American adult population with celiac disease. Am J Gastroenterol 2001;96:112-119.

32.   Cellier C, Flobert C, Cormier C, Roux C, Schmitz J. Severe osteopenia in symptom-free adults with a childhood diagnosis of coeliac disease. Lancet 2000;355:806-806.

33.   West J, Logan RF, Smith CJ, Hubbard RB, Card TR. Malignancy and mortality in people with coeliac disease: population based cohort study. BMJ 2004;329:716-719.

34.   Green PH, Rampertab SD. Small bowel carcinoma and coeliac disease. Gut 2004;53:774-774.

35.   Culliford A, Daly J, Diamond B, Rubin M, Green PH. The value of wireless capsule endoscopy in patients with complicated celiac disease. Gastrointest Endosc 2005;62:55-61.

36.   Howdle PD, Jalal PK, Holmes GK, Houlston RS. Primary small-bowel malignancy in the UK and its association with coeliac disease. QJM 2003;96:345-353.

37.   Bagdi E, Diss TC, Munson P, Isaacson PG. Mucosal intra-epithelial lymphocytes in enteropathy-associated T-cell lymphoma, ulcerative jejunitis, and refractory celiac disease constitute a neoplastic population. Blood 1999;94:260-264.

Bagaimana Cara Mengatasi Batu Ginjal?

Tenang dulu. Nyeri yang dialami (walaupun hebat) umumnya akan hilang dalam waktu tidak lebih dari 24 jam. Selain itu, sebagian besar batu ginjal akan keluar dengan sendirinya. Tentu saja hal ini sangat tergantung dari besar batu yang Anda “koleksi”. Kalau kecil (kurang dari 4 mm), umumnya batu akan lolos dengan mudah. Kalau besar, tentu lain ceritanya.

Pada batu yang besar atau batu yang menimbulkan gangguan lebih dari 24 jam, tindakan bedah perlu dipertimbangkan. Cara lain yang sudah cukup terkenal adalah pemakaian ESWL (extracorporeal shockwave lithotripsy). Prinsipnya adalah menghancurkan batu menjadi kepingan-kepingan kecil dengan memusatkan energi gelombang tepat pada batu. Hancurnya batu menjadi kepingan kecil diharapkan dapat mempermudah pengeluaran batu dari saluran kemih. Tindakan ini cukup nyaman karena dilakukan dari luar tubuh.

Pada sebagian kasus, batu harus diambil atau dihancurkan dengan memakai alat ureteroskopi. Tindakan yang harus dilakukan oleh seorang dokter ahli ini mempergunakan sebuah teleskop yang panjang dan lentur.

Apakah penyakit saya bisa kambuh kembali?
Sayangnya ya. Bahkan sebagian besar dari penderita akan mengalami kekambuhan. Banyak faktor yang mempengaruhi kekambuhan tersebut seperti umur, jenis kelamin dan penyakit atau keadaan yang mendasarinya.

Aduh, bagaimana dong cara mencegahnya?
Banyak minum, itu kunci pertama. Jangan menahan kencing, itu kunci kedua. Bila sudah terasa, luangkan waktu sebentar untuk ke toilet. Menunda hanya akan membuat Anda menderita baik pada saat sekarang maupun nantinya.

Selain kedua hal di atas, masih ada hal lain yang bisa Anda lakukan. Minum jus lemon (asal yang asli) merupakan hal yang dapat membantu mencegah terjadinya batu ginjal. Jus lemon mengandung sitrat yang baik untuk mencegah terbentuknya batu ginjal.

Kurangi garam. Garam dapat menahan cairan dalam tubuh. Selain itu kalsium akan lebih banyak dikeluarkan melalui urin bila asupan garam Anda berlebihan.

Selain hal-hal yang berlaku umum seperti di atas, pencegahan terjadinya kekambuhan batu ginjal juga tergantung dari jenis batu ginjal yang Anda alami. Bila jenis batu ginjal Anda adalah batu urat, konsumsi protein hewani perlu Anda kurangi. Bila batu oksalat yang ada, kurangi asupan bahan makanan yang mengandung oksalat tinggi, seperti coklat, kopi, kacang-kacangan, dan juga sayuran berdaun hijau.

Sekali lagi anjuran yang ada adalah kurangi dan bukan hentikan. Anda boleh saja

Mengapa Batu Ginjal Bisa Terbentuk?

Sering mendengar anjuran banyak minum? Itulah penyebabnya. Air seni kita banyak mengandung mineral dan berbagai bahan kimiawi. Urin belum tentu dapat melarutkan semua itu. Apabila kita kurang minum atau sering menahan kencing, mineral-mineral tersebut dapat mengendap dan membentuk batu ginjal?

Beberapa jenis makanan dan obat bisa mempermudah terjadinya batu ginjal. Karena itu berhati-hatilah dalam memilih makanan. Hal ini bukan berarti kita tidak boleh menyantap makanan tersebut. Tapi makanlah secukupnya. Bila tidak, tanggung sendiri deh akibatnya.

Selain hal-hal di atas, beberapa kondisi medis bisa mendasari terjadinya batu ginjal, misalnya hiperkalsiuria dan hiperparatiroid. Hiperkalsiuria adalah keadaan dimana seseorang menyerap lebih banyak kalsium dari asupan makanannnya dan lebih banyak mengeluarkan kalsium dari urin. Hiperparatiroid adalah kelainan hormonal dimana hormon yang mengatur metabolisme kalsium dihasilkan dalam jumlah berlebih. Akibatnya kalsium dalam darah meningkat dan ekskresi kalsium melalui urin pun bisa meningkat.

Jadi, batu ginjal banyak bentuknya dong?
Betul. Antara lain batu kalsium, batu urat dan batu oksalat. Yang paling sering adalah batu kalsium. Salah satu cara untuk membedakannya adalah dengan menentukan komposisi kimiawi dalam urin yang dikumpulkan selama 24 jam. Tapi cara ini baru berhasil baik bila pada hari-hari menjelang pemeriksaan pasien menyantap makanan yang memang dia makan sehari-hari. Selain itu, tidak boleh ada satu kali pun saat berkemih yang luput dari pengambilan.

Bila secara kebetulan Anda mendapatkan batu yang keluar saat berkemih, ambillah batu itu dan bawa ke dokter. Analisa dari batu yang Anda bawa bisa menunjukkan jenis batu ginjal yang Anda alami.

Kalau begitu, boleh tidak minum suplemen kalsium dari luar?
Ini pertanyaan yang sulit. Sepanjang Anda tidak menderita batu ginjal khususnya batu kalsium rasanya tidak menjadi masalah. Kalsium pun sangat kita butuhkan. Selain itu, mengurangi jumlah kalsium yang kita makan dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya batu oksalat.

Kalsium dan oksalat saling berikatan dengan kuat dan dapat membentuk formasi batu yang sangat keras. Tapi oksalat mempunyai kemampuan lebih dalam membentuk batu ginjal. Karena itu, bila kalsium berkurang, oksalat akan lebih diserap oleh tubuh. Akibatnya, risiko terjadinya batu oksalat meningkat.

Mungkin jalan tengahnya adalah minum suplemen kalsium bila memang dibutuhkan. Bila tidak, lebih baik pertimbangkan kembali keinginan Anda. Kalsium yang diperoleh dari makanan dan susu umumnya sudah mencukupi kebutuhan kalsium harian Anda. Sekali lagi prinsip keseimbangan harus kita ingat, jangan kurang dan jangan pula berlebihan.

Contoh lain adalah pengurangan konsumsi daging untuk menurunkan risiko terjadinya batu urat. Dengan berkurangnya konsumsi daging, kita cenderung untuk memperbanyak buah dan sayur. Akibatnya, risiko terjadinya batu oksalat akan meningkat.

Sumber: www.info-sehat.com

Sehat di Segala Usia

Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan. Berikut ini beberapa cara agar tubuh sehat di segala usia.

1. Konsumsi makanan yang bergizi tinggi
Buah, sayuran, serta kacang dan biji-bijian adalah pilihan terbaik. Jenis makanan seperti ini akan tetap mensuplai energi, walaupun dalam jumlah terbatas. Sangat baik terutama bagi mereka yang sudah berusia lanjut. Biasanya, di usia tersebut selera makan akan berkurang

2. Pilih makanan yang menjaga daya tahan tubuh
Seperti sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, ikan dan makanan laut lainnya, serta daging tanpa lemak. Jenis makanan tersebut penting untuk imunitas tubuh, karena banyak mengandung vitamin E, B6, zinc dan vitamin C.

3. Makanan yang bisa memperkuat tulang
Kekuatan tulang, biasanya akan berkurang seiring bertambahnya usia. Makanan yang berasal dari susu sangat membantu memelihara kekuatan tulang. Susu kaya vitamin D, phospor, dan kalsium.

4. Jaga ‘kebugaran’ saluran pencernaan
Organ yang satu ini juga berkurang daya tahannya seiring bertambahnya usia. Kebiasaan kita makan sangat penting menjaga kebugarannya. Coba mengkonsumsi sekitar 20-35 gram serat setiap hari. Sumber serat bisa diambil dari gandum, sereal, kacang-kacangan, roti gandum, buah, serta sayuran.

5. Jaga kesehatan mata
Kalau tak hati-hati penyakit mata, seperti katarak, bisa menyerang Anda di usia lanjut. Beberapa penelitian menyebutkan katarak bisa dicegah oleh antioksidan. Jeruk, tomat, wortel, kentang, bawang putih, anggur, kubis, brokoli, serta kacang kedele, merupakan sumber makanan yang baik untuk menjaga kesehatan mata. Selain itu, jenis makanan tersebut bisa membuat awet muda.

6. Kurangi risiko terkena kanker dan penyakit jantung
Makanan sehat sangat penting dalam mencegah risiko terkena kanker. Batasi jenis makanan yang mengandung lemak seperti daging berlemak, mentega, serta barang-barang yang diawetkan. Pilih buah serta sayuran yang kaya vitamin B6, serta potassium.

7. Jaga berat badan
Selain menjaga penampilan, usaha menjaga berat badan juga penting untuk menurunkan risiko terkena penyakit jantung, arthritis, kanker, dan penyakit lainnya.

8. Makan cukup protein
Asupan protein ke dalam tubuh bisa mempengaruhi daya tahan tubuh, dan kekuatan. Jumlah protein yang dianjurkan: Minimal 50 gram protein per hari untuk wanita, dan 65 gram perhari untuk pria.

9. Pertimbangkan penggunaan multivitamin
Kebutuhan nutrisi sangat penting untuk menjaga daya tahan, terutama ketika usia mulai beranjak tua. Hal ini seringkali diabaikan, karena itu penggunaan multivitamin layak dipertimbangkan. Apalagi kemampuan menyerap nutrisi, semakin tua, semakin berkurang. Ekstra kalsium, asam folat, vitamin E dan vitamin C juga akan membantu melindungi dari masalah kardiovaskular.

10. Jangan lupa olahraga
Latihan teratur dapat memperlambat proses penuaan. Tigapuluh menit setiap minggu jalan kaki, berenang, bersepeda, atau jenis aerobik lainnya sangat penting menjaga kesehatan jantung. Melatih kekuatan otot seperti itu (berapapun usia Anda) akan mempertahankan, bahkan memperbaiki jaringan otot. Olah raga akan membuat kita selalu bugar dan lincah. Untuk mencegah dehidrasi minum8 gelas air setiap hari.

Sumber: www.amarullahfatimah.com

Makanan Berlemak Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Sebuah penelitian besar yang dilakukan terhadap wanita paruh baya dengan pola makan yang berbeda-beda dalam kadar lemaknya menunjukkan bahwa makanan berkadar lemak tinggi meningkatkan risiko kanker payudara invasif.

Penemuan yang dilaporkan dalam Journal of National Cancer Institute pada hari ini (21 Maret 2007) berasal dari National institutes of Health-AARP Diet and Health Study yang dilakukan terhadap 188.736 wanita yang telah mengalami menopause dan telah melaporkan secara detil mengenai pola makan (diet) yang mereka jalani selama pertengahan 1990-an.

Selama pemantauan lanjut yang dilakukan rata-rata 4,4, tahun, diketahui bahwa 3.501 wanita mengalami kanker payudara. Berdasarkan jawaban terhadap kuesioner ‘frekuensi makanan’ yang berisi 124 item, pra peneliti menemukan bahwa wanita yang memperoleh 40% kalorinya dari lemak mengalami peningkatan risiko kanker payudara sebesar 15% dibandingkan wanita yang hanya memperoleh 20% kalori dari lemak.

Dengan menggunakan sebuah kuesioner yang lebih rinci, “Kami menemukan peningkatan risiko kanker payudara sebesar 32% pada wanita yang mempunyai pola makan berlemak tinggi,” ujar Dr. Anne C. M Thiebaut dari National Cancer Institute di Bethesda, Amerika Serikat.

Peningkatan kanker payudara yang berhubungan dengan diet tinggi lemak tidak tergantung pada jenis lemak yang dikonsumsi (jenuh, tak jenuh tunggal, maupun tak jenuh ganda) dan tampaknya terbatas pada wanita yang tidak menjalani terapi hormon pada awal penelitian dilakukan.

Penulis penelitian tersebut menganjurkan agar dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kemungkinan terapi hormon dalam mediasi hubungan antara asupan makanan berlemak dan risiko kanker payudara.

Dr. Thiebaut mencatat bahwa,”Penelitian lain juga telah menemukan hubungan ini, semakin tinggi asupan lemak, maka semakin tinggi pula risiko kanker payudara.” Namun demikian, perdebatan tentang hubungan makanan berlemak dan risiko kanker payudara masih berlangsung hingga saat ini.

Dalam komentarnya mengenai penelitian ini, dua peneliti dari harvard School of Public Health di Boston mengatakan bahwa fokus mengenai pengendalian lemak tubuh akan lebih efektif dibandingkan kontrol terhadap asupan lemak dalam pencegahan kanker payudara.

Drs. Stephanie Smith-Warner dan Meir Stampfer mengatakan bahwa kaitan yang lemah antara diet tinggi lemak dan risiko kanker payudara berada sangat jauh di bawah bukti yang jelas mengenai hubungan kuat antara lemak tubuh dan risiko kanker payudara pada wanita pasca menopause. (ivo)

Sumber: www.amarullahfatimah.com

Hidup Lebih Sehat dari Dr. Don Colbert (Tips Menarik)

Jadwal yang disarankan untuk meminum dua liter air setiap hari:
- 30 menit sebelum makan pagi: 1 gelas
- 2,5 jam setelah makan pagi: 1 gelas
- 30 menit sebelum makan siang: 1 gelas
- 2,5 jam setelah makan siang: 1 gelas
- 30 menit sebelum makan malam: 2 gelas
- 2,5 jam setelah makan malam: 1 gelas
- 30 menit sebelum tidur: 1 gelas

Minum air sebelum makan memiliki dua kepentingan:
1. Akan mengurangi nafsu makan karena perut anda terasa penuh.
2. Memberikan manfaat positif bagi pencernaan anda.

Menghindari sikap negatif untuk hidup yang lebih sehat:
Perasaan-perasaan mematikan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh kita.

Dampak-dampak dari perasaan-perasaan mematikan yang tidak pernah terpikir oleh kita sebelumnya adalah:

KEMARAHAN, dapat menyebabkan:
- Rheumatoid arthritis
- Serangan jantung
- Penyakit jantung
- Gagal jantung
- Kanker
- Tekanan darah tinggi
- Stroke
- Tukak lambung

Dr. Robert Eliot, seorang ahli kardiologi ternama, menemukan bahwa ketika para pereaksi panas itu memendam perasaan² mereka, itu pada akhirnya berubah menjadi permusuhan dan kemarahan. Ketika itu terjadi, tekanan darah meningkat tajam, resiko serangan jantung dan stroke akan lebih tinggi. Maka, lepaskan kemarahan dan mintalah pengampunan, jangan menyimpan kemarahan sampai matahari terbenam.

KEBENCIAN & IRI HATI, dapat menyebabkan:
- Tekanan darah tinggi
- Sakit kepala migran
- Penyakit jantung
- Tukak lambung
- Kanker.

Ketika seseorang mengalami kemarahan yang berlebihan, kekhawatiran dan stress yang diakibatkan oleh kebencian, tingkat adrenalinnya meningkat, tekanan darah juga meningkat dan dengan begitu jantung-khususnya serangan jantung- bertambah bagi mereka yang hidup dalam kemarahan. Orang-orang itu menghadapi resiko penyakit jantung dua kali lebih tinggi dibanding orang lain.

Sebagai tambahan, ketika seseorang mengalami kekecewaan, kemarahan atau ketakutan saat makan, perasaan-perasaan negatif ini merangsang sistem saraf simpatiknya, yang pada gilirannya menyebabkan berkurangnya pengeluaran enzim-enzim pancreas, yang menciptakan kesulitan dalam pencernaan makanan. Ini menyebabkan perut kembung, adanya gas, sakit ulu hati, dan masalah pencernaan lainnya.

Stress yang berlebihan yang disebabkan oleh perasaan² negatif cukup berbahaya karena itu meningkatkan tingkat kortisol kita, yang kemudian menekan sistem kekebalan tubuh kita. Ketika sistem kekebalan kita tertekan, sel kanker mulai terbentuk dan berkembang. Kebencian dan iri hati merupakan perasaan-perasaan yang merusak.

KESOMBONGAN, dapat menyebabkan:
- Penyakit mental
- Stroke
- Serangan jantung
- Kematian

Menurut pandangan saya, perasaan yang paling mematikan adalah kesombongan. Kerendahan hati dan ucapan syukur kepada Pencipta akan melindungi anda dari perasaan yang paling mematikan - kesombongan.

KETAKUTAN & KEKHAWATIRAN, dapat menyebabkan:
- Penyakit jantung
- Penyakit mental
- Kepanikan
- Depresi
- Serangan jantung
- Fobia.

Tubuh anda bisa menanggapi ketakutan dan kekhawatiran dengan memicu pelepasan hormon adrenalin secara berlebihan, yang menyebabkan percepatan denyut jantung, penigkatan ventilasi paru yang abnormal, telapak tangan berkeringat, dan meningkatnya kontraksi sistem pencernaan. Ketakutan dan kekhawatiran yang berkesinambungan dapat menyebabkan keadaan peningkatan ini terjadi terlalu lama, dan dapat menyebabkan kelelahan adrenalin, kelelahan, kegelisahan dan kepanikan, gejala sulit buang air besar dan sakit kepala karena ketegangan. Kelelahan fisik dan emosional dan kelemahan sistem kekebalan tubuh anda dapat terjadi, dan hasil akhirnya adalah penyakit.

DEPRESI, dapat menyebabkan: Kanker
Penelitian telah menunjukkan bahwa pria memiliki kecenderungan untuk melepaskan kemarahan mereka, sementara wanita cenderung menyembunyikannya. Adalah benar bahwa kanker dapat menyerang semua orang, tetapi salah satu factor yang paling umum yang ditemukan para peneliti sebelum kanker menyerang adalah ‘kurangnya penyaluran emosi’. Ibu rumah tangga memiliki peluang 54% lebih besar terkena kanker dibanding populasi pada umumnya dan 157% lebih besar dibanding dengan para wanita yang bekerja di luar rumah.

Langkah-langkah untuk mengembangkan hati yang gembira untuk menghasilkan kesehatan yang baik dan jauh dari penyakit:
1. Mengampuni
2. Mengendalikan lidah
3. Bersahabatlah dengan orang² yang positif
4. Berilah makanan yang sehat ke dalam pikiran anda
5. Kehidupan berohani yang akan mengubah kehidupan anda

Sumber: www.amarullahfatimah.com

Tentang Diet Organik

Penyebab Sakit Manusia

Makanan Organik

Susu Kedele Organik

Cara Memesan Produk

Foto-2 Kesaksian Konsumen

MELILEA

A. Profil Perusahaan

B. Pendaftaran Anggota

C. Peluang Bisnis

Artikel Toxin & Detoxifikasi

Artikel Kesehatan & Penyakit

Artikel Diet

Artikel Makanan Organik

Artikel Susu Kedele

Para Artis & Makanan Organik

Sertifikasi Halal Internasional

Melilea Greenfield Organic (GFO)

Size 16 oz / 458 gram

Size 4 oz / 114 gram

Melilea Organic Soya
(Susu Kedele Instan)

Kemasan Baru Size 500 gram

Produk kosmetik dari bahan nabati organik

Wajah tampak tua dan kuyu  sebelum konsumsi Melilea Greenfield Organic

Wajah lebih muda, segar, dan bersih setelah konsumsi Melilea Greenfield Organic

Wajah berjerawat sebelum konsumsi Melilea Greenfield Organic

Wajah bebas jerawat dan bersih setelah konsumsi Melilea Greenfield Organic

Wajah berjerawat sebelum konsumsi Melilea Greenfield Organic

Wajah bebas jerawat dan bersih setelah konsumsi Melilea Greenfield Organic

Obesitas dan perut buncit sebelum konsumsi Melilea Greenfield Organic

Tubuh fit dan langsing setelah konsumsi Melilea Greenfield Organic

Tentang Diet Organik

Penyebab Sakit Manusia

Makanan Organik

Susu Kedele Organik

Cara Memesan Produk

Foto-2 Kesaksian Konsumen

MELILEA

A. Profil Perusahaan

B. Pendaftaran Anggota

C. Peluang Bisnis

Artikel Toxin & Detoxifikasi

Artikel Kesehatan & Penyakit

Artikel Diet

Artikel Makanan Organik

Artikel Susu Kedele

Para Artis & Makanan Organik

Sertifikasi Halal Internasional

Melilea Greenfield Organic (GFO)

Size 16 oz / 458 gram

Size 4 oz / 114 gram

Melilea Organic Soya
(Susu Kedele Instan)

Kemasan Baru Size 500 gram

Produk kosmetik dari bahan nabati organik

Wajah tampak tua dan kuyu  sebelum konsumsi Melilea Greenfield Organic

Wajah lebih muda, segar, dan bersih setelah konsumsi Melilea Greenfield Organic

Wajah berjerawat sebelum konsumsi Melilea Greenfield Organic

Wajah bebas jerawat dan bersih setelah konsumsi Melilea Greenfield Organic

Wajah berjerawat sebelum konsumsi Melilea Greenfield Organic

Wajah bebas jerawat dan bersih setelah konsumsi Melilea Greenfield Organic

Obesitas dan perut buncit sebelum konsumsi Melilea Greenfield Organic

Tubuh fit dan langsing setelah konsumsi Melilea Greenfield Organic

Tentang Diet Organik

Penyebab Sakit Manusia

Makanan Organik

Susu Kedele Organik

Cara Memesan Produk

Foto-2 Kesaksian Konsumen

MELILEA

A. Profil Perusahaan

B. Pendaftaran Anggota

C. Peluang Bisnis

Artikel Toxin & Detoxifikasi

Artikel Kesehatan & Penyakit

Artikel Diet

Artikel Makanan Organik

Artikel Susu Kedele

Para Artis & Makanan Organik

Sertifikasi Halal Internasional

Melilea Greenfield Organic (GFO)

Size 16 oz / 458 gram

Size 4 oz / 114 gram

Melilea Organic Soya
(Susu Kedele Instan)

Kemasan Baru Size 500 gram

Produk kosmetik dari bahan nabati organik

Wajah tampak tua dan kuyu  sebelum konsumsi Melilea Greenfield Organic

Wajah lebih muda, segar, dan bersih setelah konsumsi Melilea Greenfield Organic

Wajah berjerawat sebelum konsumsi Melilea Greenfield Organic

Wajah bebas jerawat dan bersih setelah konsumsi Melilea Greenfield Organic

www.indoreiki.com

Kaskus BlueFame IndoForum KapanLagi IndoCina AjangKita LautanIndonesia MyQuran Adsense-Id BintangMawar JogjaKita KafeGaul Plasa LivingIndonesia PickUpArtist MetroPolice NasmocoCommunity ForumMedanOnline ForumKompas ForumSamarinda ForumWGaul MedicaStore BintangMawar eSnips OLX ForumGilaUpload EbookIndonesia BerbagiCerita Peluang Kerja Karir Power Energy Plus (PEP) DietOrganik Google Yahoo MSN Search Live Search Lycos Altavista Ask

THIS IS AN UNOFFICIAL SITE OF MELILEA INTERNATIONAL

(C) 20 www.indoreiki.com ~ MELILEA diet makanan nabati organik.


Report Content · · Web Hosting · Blog · Guestbooks · Message Forums · Mailing Lists
Easiest Website Builder ever! · Build your own toolbar · Free Talking Character · Email Marketing
powered by a free webtools company bravenet.com