KLIK DISINI - Kursus Penyembuhan Prana | Bisa Buka Praktek Terdaftar di Dinas Kesehatan

 

Kegiatan Subdin Kesehatan Keluarga
PELATIHAN MANAJEMEN BBLR BAGI PETUGAS PUSKESMAS
DI KABUPATEN NUNUKAN
TAHUN 2008

Pelatihan Manajemen BBLR bagi petugas Puskesmas dilaksanakan selama 2 (dua) hari efektif yaitu pada tanggal 12 s/d 13 Agustus 2008 diruang pertemuan Dinas KesehatanKabupaten Nunukan danpertemuan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan H.Trisno Hadi, SKM.M.Si.Sasaran diadakannya pelatihan ini yaitu diperuntukan bagi Bidan Puskesmas dan Bidan Rumah Sakit Umum Daerah yang ada di wilayah Kabupaten Nunukan.

Dalam RPJM tahun 2004-2009,salah satu program prioritas adalah menurunkan angka kematian Bayi (AKB) dari 35/1000 kelahiran Hidup menjadi 26/1000 kelahiran Hidup.Hal ini disebabkan masih tingginya AKB di Indonesia dan disparitas angka kematian tersebut cukup besar baik antarsosial ekonomi maupun antar kawasan dan antar perkotaan. Menurut SKRT 2001 kematian tersebut sekitar 47%terjadi pada periode yang sangat dini yaitu dimana Neonatal,dengan penyebab utama kematian yaitu Aspeksia bayi baru lahir 27%, Prematuritas dan BBLR 29%, masalah pemberian makan 10%, Tetanus Neonatorum 10%, dan Infeksi 5%.Kematian Neonatal dan perinatal sebagian besar dapat terjadi ditingkat rumah tangga.

BBLR sebagai penyebab utama kematian Neonatus, kejadiannya cukup banyak,yaitu 7-14% dari populasi bayi baru lahir.Hal ini dimungkinkan karena BBLR merupakan keadaan yang sangat rentan dan memiliki potensi yang sangat besar untuk mudah mengalami gangguan lain seperti Hypotermi,Hypoglikemi,Ikterus dan masalah pemberian minum,jika tidak ditangani dengan benar bahkan dapat terjadi kematian.Untuk menekan terjadinya kematian bayi baru lahir terutama yang disebabkan BBLR,perlu dilaksanakan suatu pelayanan Kesehatan yang komprehensip dari tingkat Rumah tangga/masyarakat,bidan di desa,puskesmas/pustu dan puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) dan Rumah Sakit.

Agar Tenaga Bidan di Puskesmas dapat terampil dan mampu serta memahami secara optimal, maka perlu diadakan suatu Pelatihan Manajemen BBLR bagi petugas Puskesmas oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan tahun 2008.

Tujuan diadakannya Pelatihan Manajemen BBLR bagi petugas Puskesmas adalah :
1. diharapkan peserta mampu dan terampil cara Mendeteksi gambaran Klinis dari BBLR.
2. diharapkan peserta mampu menangani faktor-faktor yang berhubungan dengan BBLR.
3. diharapkan peserta mampu dan terampil cara menangani Masalah yang dihadapi BBLR
4. diharapka peserta mampu dan terampil.

Adapun jumlah peserta terdiri dari 13 orang diantaranya 3 orang Bidan dari Rumah sakit Umum daerah dan 10 Bidan dari Puskesmas yang ada diwilayah kabupaten Nunukan.Dimana kegiatan ini bersumber dari dana APBD Dians Kesehatan Kabupaten Nunukan Tahun 2008.
 
EVALUASI PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK
DINAS KESEHATAN KABUPATEN NUNUKAN



Pertemuan Evaluasi Kesehatan Ibu dan Anak dilaksanakan selama 2 (dua) hari dari tanggal 11 s/d 12 April 2008. Pada awal pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan H.Trisno Hadi, SKM,M.Si berpesan, bahwa langkah strategis guna akselerasi AKI dan AKB adalah dengan optimalisasi segenap potensi dan sumber daya yang kita miliki melalui perbaikan program kesehatan ibu dan anak dan program program kesehatan inovatif lainnya. Pertemuan Evaluasi Kesehatan Ibu dan Anak se-Kabupaten Nunukan dilaksanakan diruang pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan. Kegiatan ini merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat 2010 dan Nunukan Sehat 2010 melalui kegiatan pelayanan kesehatan Ibu dan Anak untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dan lingkungan yang saling mendukung dalam rangka menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan anak dan neonatus serta meningkatkan Derajat kesehatan keluarga.
Untuk mencapai program-program tersebut perlu adanya peningkatan sarana dan dana yang memadai yaitu dengan pemberdayaan petugas puskesmas dan masyarakat.

Tujuan dari pertemuan Evaluasi kesehatan Ibu dan Anak bagi petugas Puskesmas adalah :
1. diharapkan petugas mampu melaksanakan kegiatan Kia sesuai dengan standar pelayanan yang ada.
2. diharap petugas mampu mengevaluasi Kinerja yang sudah dlaksanakan.
3. mengevaluasi semua kegiatan atau program-program Kia yang ada di puskesmas.
4. melaksanakan sistem pelaporan dan penetapan Indikator kinerja Kesehatan Ibu dan Anak.

Peserta pertemuan berjumlah 9 orang yaitu semua pemegang program kesehatan Ibu dan Anak yang ada dipuskesmas Kabupaten Nunukan.

Harapannya setelah mengikuti Pertemuan Evaluasi kesehatan Ibu dan Anak peserta / petugas mempunyai kompetensi dan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik di lapangan sesuai dengan standar kinerja yang ada.

Dari hasil pertemuan juga merekomendasikan perlunya perbaikan data dan sistem pelaporan dan penetapan Indikator Kinerja kesehatan Ibu dan Anak sehingga ada kesamaan data yang ada di lapangan dan di dinas kesehatan. Sehingga diperoleh data yang akurat.

 
PERTEMUAN BIDAN DESA
DALAM RANGKA AKSELERASI PENURUNAN AKI & AKB
SE-KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2008



Pertemuan dilaksanakan selama 2 (dua) hari yaitu tanggal 11 April 2008 sampai dengan hari jumat tanggal 12 April 2008. Salah satu tujuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Bidang Kesehatan (RPJMN) adalah menurunkan Angka kematian Ibu (AKI) dan angka kematian Bayi (AKB).Dana APBD 2007 diprioritaskan pada kegiatan percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI)dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui Pelayanan Kesehatan Maternal dengan pencegahan komplikasi,Pelayanan Keluarga Berencana serta pelayanan Kesehatan Reproduksi.

Beberapa faktor yang menyebabkan kematian Bayi baru lahir selama ini yang terjadi di Kabupaten Nunukan adalah BBLR, Aspiksia dan Infeksi penyakit yang merupakan penyebab utama kematian anak Balita seperti Pneumonia, Diare, malaria, campak dan Malnutrisi.
Dikabupaten Nunukan pada tahun 2007 Angka kematian Ibu (AKI) 156,8/100.000 KH, angka kematian Bayi (AKB) 2,74/1000 KH, dan angka kematian Balita (AKBAL) 1,2/1000 KH. Dari Angka tersebut menggambarkan bahwa Sektor Kesehatan Kabupaten Nunukan sudah mengalami peningkatan yang signifikan.

Tujuan dari pertemuan Bidan Desa dalam rangka AKI dan AKB adalah diharapkan Bidan Desa yang ada di Kabupaten Nunukan :
1. Mampu melaksanakan kegiatan KIA sesuai dengan Standar Pelayanan yang ada.
2. Mampu mengevaluasi kinerja yang sudah dilaksanakan.
3. Mengevaluasi semua kegiatan/Program KIA yang ada di Desa/pustu/Polindes.
4. Meningkatkan cakupan Program KIA.
5. Mampu menurunkan kematian & kesakitan serta meningkatkan derajat Keehatan Ibu dan Anak di Kabupaten Nunukan.


Peserta pertemuan adalah semua Bidan-bidan yang ada dipuskesmas induk dan di Pustu/polindes yang ada di kabupaten Nunukan.

Dalam kesempatan ini Kepala Dinas Kesehatan juga menyampaikan dalam rangka pemenuhan tenaga bidan di desa mulai tahun 2008 Dinas Kesehatan melakukan terobosan dengan menyekolahkan putra daerah bekerjasama dengan Poltekkes Samarinda dan semua pembiayaan ditanggung Pemerintah Kabupaten Nunukan. (Amin .Semoga sukses)
 
PELATIHAN BIDAN POSKESDES
DINAS KESEHATAN KABUPATEN NUNUKAN



Pelatihan Bidan Poskesdes dibuka oleh kepala Dinas kesehatan Kabupaten Nunukan H.Trisno Hadi,SKM.M.Si, pelatihan Bidan Poskesdes se-kabupaten Nunukan dilaksanakan diruang pertemuan Dinas kesehatan Kabupaten Nunukan mulai pada tanggal 7 s/d 11 April 2008, materi pelatihan tentang konsep Desa Siaga yang dipresentasikan oleh nara sumber,membuka konsep wawasan bagi para Bidan yang sebagian besar masih kurang pengetahuannya tentang konsep pengembangan Desa siaga,dan mengingat Bidan desa merupakan tenaga kesehatan terdekat dan tinggal bersama masyarakat serta diharapkan bidan lebih siap siaga menghadapi masalah-masalah kesehatan masyarakat dalam mengembangkan perilaku hidup bersih,dan sehat serta mendampingi masyarakat agar dapat mampu menyelesaikan permasalahan kesehatan secara mandiri.

Pos Kesehatan desa (Poskesdes) merupakan upaya Kesehatan bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk didesa untuk mendekatkan Pelaksanaan Kesehatan dasar.Jenis pelayanannya meliputi upaya-upaya promotif, preventif,dan kuratif yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan terutama bidan.
Tujuan pelatihan Bidan Poskesdes adalah:
a. Miningkatkan wawasan dan keterampilan Bidan poskesdes dalam mengembangkan desa siaga diwilayah kerjanya
b. Menambah pengetahuan Bidan dalam kebijakan pengembangan Desa siaga.
c. Meningkatkan pengetahuan bidan Poskesdes dalam membimbing dan melaksanakan penggerakan dan pemberdayaan masyarakat serta kemitraan.
d. Meningkatkan kemampuan Bidan Poskesdes dalam melaksanakan pelayanan Medis dasar sesuai dengan kompetensi dan kewenangan.

Peserta pertemuan adalah: seluruh Bidan desa yang ada dikabupaten Nunukan sebanyak 30 peserta yang terdiri dari Puskesmas Nunukan 6 orang, Puskesmas Sedadap 3 orang, Puskesmas Sungai Nyamuk 8 orang, Puskesmas Aji Kuning 3 orang, Puskesmas Setabu 3 orang, Puskesmas Pembeliangan 1 orang, Puskesmas Sembakung 3 orang, Puskesmas Lumbis 3 orang, Puskesmas Long layu dan Puskesmas Long Bawan tidak hadir karena masalah transportasi (Tidak ada penerbangan)

Pada hari kamis tanggal 8 April 2008 sesuai rencana Peserta pertemuan menjalani kegiatan Praktek Lapangan didesa Binusan dengan membawa pengalaman yang walaupun minimal sudah mendapatkan gambaran apa yang akan dilaksanakan setibanya didesa masing-masing.
Pelatihan ditutup oleh kepala Dinas kesehatan Kabupaten Nunukan H.Trisno Hadi,SKM,M.Si dan dalam sambutannya berharap kepada semua peserta bahwa dengan adanya pelatihan ini bisa menjadi awal perwujudan masyarakat di Kabupaten Nunukan yang Sehat Mandiri dan mampu menyelesaikan permasalahan permasalahan kesehatan secara mandiri.
 
 
PERTEMUAN BIDAN-BIDAN DI DESA
DALAM RANGKA AKSELERASI PENURUNAN AKI & AKB
SE-KABUPATEN NUNUKAN TAHUN ANGGARAN 2008


Upaya pembangunan Nasional pada hakekatnya adalah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sebagai cerminan dari tujuan nasional. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut maka penyelenggaraan pembangunan khususnya pembangunan kesehatan dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan yang penekanannya disesuaikan dengan permasalahan dan arahan yang ingin dicapai .
Tujuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Bidang Kesehatan (RPJMN), salah satunya adalah menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) 226/100.000 KH dan Angka Kematian Bayi (AKB) turun menjadi 25/1.000 KH dan sejalan dengan itu maka dana APBD Tahun 2007 ini diprioritaskan pada kegiatan percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, pelayanan kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi, pelayanan Keluarga Berencana serta pelayanan kesehatan reproduksi.
Sedangkan faktor yang mendasari kejadian kematian bayi bari lahir penyebabnya antara lain seperti BBLR, Aspiksia dan Infeksi. Dan sebagian besar penyebab utama kematian anak balita adalah pneumonia, diare, malaria, campak dan malnutrisi.
Di Kabupaten Nunukan pada Tahun 2007 ini, Angka Kematian Ibu (AKI) 160/100.000 KH, Angka Kematian Bayi (AKB) 3,7/1.000 KH dan Angka Kematian Balita (AKBAL) 5/1.000 KH. Dari angka-angka tersebut menggambarkan bahwa sektor kesehatan di Kabupaten Nunukan sudah mengalami peningkatan yang signifikan. Tetapi bila dilihat melalui Standart Pelayanan Minimal (SPM) yang ada masih di bawah target seperti Kunjungan Ibu Hamil (K4) 78 % (SPM 95 %), Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan 70 % (SPM 90 %), Kunjungan Neonatus 77,4 % (SPM 90 %), Kunjungan Bayi 78,5 % (SPM 90 %), BBLR di tangani 100 % (SPM 100 %), Cakupan Peserta KB Aktif 46, 4 % (SPM 70 %), Ibu Hamil Resiko Tinggi yang ditangani 29,7 % (SPM 80 %), Cakupan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Balita dan Usia Pra Sekolah 51 % (SPM 90 %).
Adapun tujuan dari pertemuan evaluasi kesehatan ibu dan anak bagi petugas puskesmas yaitu;
1. Diharapkan petugas mampu melaksanakan kegiatan KIA sesuai dengan standart pelayanan yang ada.
2. Diharapkan petugas mampu mengevaluasi kinerja yang sudah dilaksanakan.
3. Mengevaluasi semua kegiatan-kegiatan / program-program KIA yang ada di Puskesamas
4. Membahas sistem pelaporan dan penetapan indikator kinerja kesehatan ibu dan anak.
Hasil yang dicapai pada pertemuan kesehatan ibu dan anak adalah :
1. Petugas mampu melaksanakan kegiatan KIA sesuai dengan standart.
2. Petugas mampu mengevaluasi kinerja yang sudah dilaksanakan.
3. Perlu adanya perbaikan data dan sistem pelaporan dan penetapan indikator kinerja kesehatan ibu dan anak sehingga ada kesamaan data yang ada di lapangan dan di Dinas Kesehatan.
Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari efektif, bertempat di Ruang Pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan.
Peserta berjumlah 9 orang yaitu, pemegang program Kesehatan Ibu dan Anak Puskesmas yang ada di Kabupaten Nunukan.
Dana yang digunakan dalam Pertemuan Evaluasi Kesehatan Ibu Dan Anak dibebankan pada Anggaran Satuan Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan.
 

 

Spesialis Mengatasi Masalah Anak