KLIK DISINI - Kursus Penyembuhan Prana | Bisa Buka Praktek Terdaftar di Dinas Kesehatan

 

Kegiatan Bagian Perencanaan

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN

DINAS KESEHATAN KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2008

 Pengembangan Sistem Informasi sangat penting dilakukan guna mendukung kemudahan kita dalam bekerja juga memanfaatkan teknologi informasi sehingga data yang kita hasilkan mempunyai tingkat validitas yang tinggi. Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan pada tahun 2007 mencobat untuk menerapkan teknologi informasi guna mendukung pekerjaan rutin sehari – hari baik di tingkat Puskesmas maupun di tingkat Dinas. Secara bertahap pada tahun 2007 di tingkat Dinas Kesehatan dibangun satu jaringan komputer (LAN), dengan aplikasi yang sudah ada yaitu Sistem informasi manajemen kepegawaian, Sistem Informasi Akuntansi Dinas Daerah dan yang akan dikembangkan lagi adalah Sistem Informasi Manajemen Puskesmas yang rencananya akan diadopsi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

          Pertimbangan menggunakan Aplikasi yang telah dikembangkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi adalah berdasarkan hasil Pertemuan Peningkatan Manajemen Mutu Kesehatan (QA) yang dilaksanakan di Propinsi pada bulan Pebruari 2007, yang didatangkan juga narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi. Pada acara tersebut diambil kesepakatan secara tidak resmi bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan diperbolehkan untuk mengadopsi aplikasi yang telah di kembangkan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi tanpa harus mengeluarkan pembiayaan yang lebih besar guna membuat sofware baru. Hal ini sangat menguntungkan kita selain dengan pembiayaan yang relatif kecil, dilihat dari pengoperasiannya cukup mudah karena hanya menggunakan aplikasi Mikrosof Access.

          Selain itu kebutuhan akan data selama ini yang sangat penting tetapi kenyataannya sering terjadi duplikasi data di lapangan, hal ini juga menjadi motivasi untuk berupaya mendapatkan data dengan tingkat validasi yang tinggi, untuk itu kiranya sangat mendesak untuk dikembangkan satu sistem informasi menggunakan teknologi komputer yang pengoperasionalnya mudah, murah dan aplikasinya dapat dioperasikan dengan sumber daya yang terbatas.

 Tujuan dari Pengembangan Sistem Informasi Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan adalah tersusunnya Sistem Informasi Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan yang menggunakan Teknologi Informasi

 Pada tahun 2008 Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan merencanakan kegiatan pengembangan SIK dengan menggunakan bantuan dana dari Proyek HWS (PHP III).

 Pengembangan Sistem Informasi Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan dilaksanakan secara bertahap antara lain :

  1. Pelatihan dan Pengenalan Sofware SIK (Pengembangan SIK)

          Peserta :

    1. Semua Pemegang Program di Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan
    2. Para Pimpinan Puskesmas

Kegiatan ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan komitmen di tingkat pengambil keputusan dan pelaksana di tingkat Puskesmas.

  1. Pengadaan Peralatan Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan

Pengadaan peralatan lebih diutamakan terutama peralatan jaringannya dan hardware yang akan digunakan di tiga Puskesmas, dengan masing – masing Puskesmas mendapatkan lima buah computer, 1 printer dan peralatan jaringannya.

  1. Instal Sofware di Tiga Puskesmas (sebagai Pilot Project) dan Pemasangan Jaringan.

Pemasangan jaringan dilakukan oleh Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, hal ini mengingat pembiayaan yang terbatas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan memiliki petugas yang mempunyai kompetensi dalam bidang jaringan. Sehingga diharapkan efisiensi dana bisa kita lakukan tanpa harus menggunakan pihak ketiga.

  1. Aplikasi Teknis dan Penjelasan Software Bagi Lima Operator di Tiga Puskesmas (Pilot Project)
  2. Pelatihan Pembuatan dan Pengeditan Website di LPK Tarakan (Pengembangan SIK)

Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan sudah mempunyai website namun sampai dengan saat ini belum bisa di edit dikarenakan Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan belum mempunyai tenaga yang dapat menjalankan pengeditan. Oleh karena itu dirasa perlu untuk melatih petugas Dinas Kesehatan sehingga diharapkan dapat memperoleh keahlian dalam pengeditan website.

         Semua biaya yang dikeluarkan dibebankan pada proyek HWS tahun 2008 dengan rincian biaya sebagai berikut :

  1. Pelatihan dan Pengenalan Sofware SIK

 (Pengembangan SIK)                                    Rp.  117.274.000,-

Dengan rincian :

a. Honor Panitia                                            Rp.  1.150.000,-

b. Belanja Bahan                                            Rp.  4.374.000,-

c.  Sewa Gedung                                           Rp.  4.500.000,-

d. Honor Narasumber                                    Rp.19.200.000,-

e. Perjalanan Dinas                                        Rp.88.050.000,-

 Pengadaan Peralatan Pengembangan Sistem     Rp.  255.550.000,-

Informasi Kesehatan

a. Anti Virus                                                  Rp.     3.000.000,-

b. Peralatan Komputer (Hardware)                   Rp.  169.500.000,-

c.  Peralatan Jaringan                                     Rp.    83.050.000,-

 

  1. Instal Sofware di Tiga Puskesmas                    Rp. 19.000.000,-

(sebagai Pilot Project) dan Pemasangan Jaringan.

Dengan rincian :

a. Honor tidak tetap                                       Rp.   4.000.000,-

b. Perjalanan Dinas                                        Rp. 15.000,000,-

 

  1. Aplikasi Teknis dan Penjelasan Software                    Rp. 140.522.000,-

Bagi Lima Operator di Tiga Puskesmas

(Pilot Project)

Dengan rincian :

a.  Honor Panitia                                           Rp.  3.450.000,-

b.  Belanja Bahan                                           Rp.  4.002.000,-

c.  Honor Narasumber                                    Rp.57.600.000,-

d.  Perjalanan Dinas                                       Rp. 75.470.000,-

 

  1. Pelatihan Pembuatan dan Pengeditan               Rp. 32.900.000,-

Website di LPK Tarakan (Pengembangan SIK)

Dengan rincian :

a.  Biaya Pelatihan                                         Rp.  12.000.000,-

b.  Perjalanan Dinas                                       Rp.  20.900.000,-

 

Namun demikian sampai dengan bulan Maret ini, DIPA HWS masih belum keluar sehingga dikuatirkan  apabila ada keterlambatan turunnya DIPA pelaksanaan pengembangan SIK akan terganggu mengingat keterbatasan waktu dan padatnya kegiatan.

(Pengelola Perencanaan Dinkes Nunukan : Aris Suyonom, SKM)

 

Pertemuan Pemutakhiran Data dan Perencanaan Tahun 2009

 

Pertemuan dilaksanakan selama tiga hari yaitu dari hari Rabu tanggal 27 Pebruari 2008 sampai dengan hari Jum'at  tanggal 29 Pebruari 2008. Adalah suatu pertemuan yang dilaksanakan oleh bagaian perencanaan Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan. Pertemuan ini dilatarbelakangi oleh :
a. bahwa desentralisasi perencanaan kesehatan sebagai salah satu faktor esensial dalam proses desentralisasi merupakan proses yang kompleks dan membutuhkan kerjasama yang harmonis diantara penentu kebijakan, perencana, tenaga administrasi dan masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan tekad yang kuat dan kesiapan yang cukup matang untuk menata dan memperkuat sistem perencanaan kesehatan pada masing-masing kabupaten/kota.
b. (Bakri, 2001) mengatakan bahwa masalah pokok dalam implementasi perencanaan kesehatan pada kabupaten/kota adalah sistem perencanaan kesehatan kurang efektif dalam mengakomodir kebutuhan dan permasalahan kesehatan masyarakat setempat.
c. Desentralisasi merupakan suatu proses politik dan administratif yang dapat memberikan berbagai keuntungan dengan cara menstimulasi peningkatan efisiensi dan efektivitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat (Bryant, 1999).
d. (Collins, 1994) mengatakan bahwa Agar proses perencanaan dapat berlangsung secara efektif, dibutuhkan suatu Organisasi atau Tim secara fungsional yang pada kebanyakan negara dikenal sebagai “District Health Management Team (DHMT)”
e. Kemudian bahwa beberapa skill yang esensial dibutuhkan oleh DHMT atau Tim perencana kesehatan kabupaten/kota antara lain :
a. Kemampuan menggunakan problem solving approach
b. Kemampuan dalam penentuan prioritas
c. Kemampuan dalam pengumpulan informasi yang relevan
d. Kemampuan dalam pengembangan komunikasi dan konsensus

Pertemuan ini dilaksanakan dengan tujuan :
a. Evaluasi program dan kegiatan tahun 2007
b. Didapatkannya data – data perencanaan dan profil pembangunan kesehatan di Kabupaten Nunukan tahun   2007
c. Tersusunnya dokumen Rencana kerja (Renja) Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan tahun 2009 yang lebih mengedepankan efektifitas dan pendekatan masalah (Problem solving)

Peserta pertemuan adalah :
a. Kepala Dinas, Kabag TU, Kasubdin, Kasie, Kasubag dan Pemegang Program di Lingkungan Dinas Kesehatan.
b. Kepala Puskesmas dan Kepala Bagian Tata Usaha Puskesmas Se Kabupaten Nunukan.

Metode
Metode pertemuan yang akan kita laksanakan adalah :
Ceramah / Presentasi, Diskusi Panel dan Diskusi

 

Spesialis Mengatasi Masalah Anak