Osteoporosis



Pencegahan Osteoporosis Yang Disebabkan Oleh Corticosteroids Jangka Panjang

Penggunaan jangka panjang dari corticosteroids (seperti Prednisone, Cortisone, dan Prednisolone) dapat menjurus pada osteoporosis. Corticosteroids menyebabkan pengurangan penyerapan kalsium dari usus-usus, meningkatkan kehilangan kalsium dari ginjal-ginjal, dan meningkatkan kehilangan kalsium dari tulang-tulang. Untuk mencegah kehilangan tulang ketika pada corticosteroids jangka panjang, pasien-pasien harus:

  1. Mempunyai pemasukan kalsium (1000 mg per hari jika premenopause, 1500 mg per hari jika postmenopause) dan vitamin D yang cukup. (Kalsium sendirian atau digabungkan dengan vitamin D tidak dapat disandarkan untuk mencegah kehilangan tulang dari corticosteroids kecuali obat-obat resep lain ditambahkan).
  2. Mendiskusikan dengan dokter penggunaan dari alendronate atau risedronate, kedua darinya telah disetujui untuk pencegahan dan perawatan osteoporosis yang diinduksi oleh corticosteroid.
  3. Pasien-pasien yang berangkat pada corticosteroids jangka panjang harus mendiskusikan dengan dokter mereka scan kepadatan tulang DXA sebelum memulai terapi dan pengamatan yang saksama untuk osteoporosis selama terapi.

Pengamatan Terapi Osteoporosis

Kontroversi dari pengujian kepadatan tulang pada pasien-pasien yang telah meminum obat osteoporosis

Asosiasi medis Amerika dan organisasi-organisasi medis bereputasi lainnya telah menentukan bahwa mengulang pengujian kepadatan tulang (DXA scans) tidak diindikasikan dalam mengamati perawatan atau pencegahan osteoporosis pada basis yang rutin. Adalah secara ilmiah prematur (gegabah) untuk mengukur kepadatan tulang sebagai cara mengamati pengobatan-pengobatan osteoporosis. Dokter-dokter hanya tidak tahu bagaimana menggunakan pengukuran-pengukuran kepadatan tulang yang berulang ini selama terapi. Beberapa dari sebab-sebab yang paling penting adalah:

  1. Kepadatan tulang berubah begitu perlahan dengan perawatan sehingga perubahan-perubahan adalah lebih kecil daripada kesalahan pengukuran dari mesin. Dengan kata-kata lain, scans DXA yang berulangkali tidak dapat membedakan antara peningkatan yang benar pada kepadatan tulang yang disebabkan oleh perawatan atau semata-mata variasi dalam pengukuran dari mesin sendiri.
  2. Tujuan sejati dari perawatan osteoporosis adalah untuk mengurangi patah-patah tulang masa depan. Tidak ada korelasi yang baik antara peningkatan-peningkatan dalam kepadatan tulang dengan pengurangan-pengurangan dalam risiko-risiko patah tulang dengan perawatan. Contohya, alendronate telah ditunjukan mengurangi risiko patah tulang sebesar 50%, namun hanya meningkatkan kepadatan tulang sebesar beberapa persen. Faktanya, kebanyakan dari pengurangan patah tulang dengan raloxifene tidak dijelaskan oleh efek-efek raloxifene pada kepadatan mineral tulang.
  3. Satu pengukuran kepadatan yang diambil selama perawatan tidak akan membantu dokter merencanakan atau memodifikasi perawatan. Contohnya, bahkan jika DXA scan menunjukan perburukan yang terus menerus pada kepadatan tulang selama perawatan, tidak ada data penelitian yang menunjukan bahwa merubah obat, mengkombinasikan obat-obat, atau menggandakan dosis-dosis obat akan aman dan berguna dalam mengurangi risiko patah-patah tulang masa depan.
  4. Catatan yang penting, bakan jika kepadatan tulang memburuk selama perawatan, adalah sangat mungkin bahwa pasien akan telah kehilangan bahkan lebih banyak kepadatan tulang tanpa perawatan.
  5. Penelitian baru-baru ini telah menunjukan bahwa wanita-wanita yang kehilangan kepadatan tulang setelah tahun pertama terapi hormon menopause akan mendapatkan kepadatan tulang pada dua tahun berikutnya, sedangkan wanita-wanita yang mendapatkan pada tahun pertama akan cenderung kehilangan kepadatan pada dua tahun terapi berikutnya. Oleh karenanya, kepadatan tulang selama perawatan secara alamiah berfluktuasi dan ini mungkin tidak relevan pada perlindungan patah tulang dari obat.

Untuk semua sebab-sebab ini, mungkin kedengarannya mengejutkan untuk banyak orang-orang (dan bahkan beberapa dokter-dokter), memeriksa kembali kepadatan tulang samasekali tidak sama seperti memeriksa tekanan darah selama perawatan dari tekanan darah tinggi (hipertensi). Pengujian kepadatan tulang rutin selama perawatan kemungkinannya adalah tidak bermanfaat. Di masa depan, bagaimanapun, jika penelitian yang sedang berjalan membawa teknologi yang baru atau terapi-terapi yang baru, keputusan-keputusan pengujian akan dengan jelas berubah.

Pencegahan Kepatahan-Kepatahan Tulang Pinggul Pada Orang-Orang Tua Dengan Osteoporosis

FDA telah menyetujui pakaian-pakaian pelindung pinggul untuk pencegahan patah-patah tulang pinggul pada kaum tua dengan osteoporosis yang diketahui. Nama-nama merek tersedia termasuk Hipsaver dan Safehip. Ini dapat bermanfaat untuk pasien-pasien terpilih yang berada di lingkungan rumah perawatan, meskipun tingkat sejati dari perlindungan terhadap patah-patah tulang pinggul yang diperoleh dengan penggunaan pelindung-pelindung pinggul sekarang ini adalah persoalan kontroversi.



Jika pengobatan medis tidak menyembuhkan penyakit Anda, cobalah cara spiritual dengan Tasbih Karomah.

5

Milyar

Rupiah

Anda Ingin Penghasilan Yang Legal (5 Milyar Rp ?), Mudah Dan Yang Terpenting Bukan Money Game ?

Klik Website ini :

5 Milyar Rupiah

 

Spesialis Mengatasi Masalah Anak