(Mesin Pencari Google)





Edema



Kekurangan Vena Menyebabkan Edema

Vena-vena pada tungkai-tungkai (legs) bertanggung jawab untuk mengangkut darah naik ke vena-vena dari torso, dimana ia kemudian dibalikan ke jantung. Vena-vena dari legs mempunyai klep-klep yang mencegah aliran balik dari darah didalam mereka. Venous insufficiency adalah ketidakmampuan dari vena-vena yang terjadi karena pelebaran atau pembesaran dari vena-vena dan disfungsi dari klep-klep mereka. Ini terjadi, misalnya, pada pasien-pasien dengan varicose veins. Venous insufficiency menjurus pada backup dari darah dan meningkatkan tekanan pada vena-vena, dengan demikian berakibat pada edema dari legs (tungkai-tungkai) dan feet (kaki-kaki). Edema dari legs juga dapat terjadi dengan episode dari deep vein thrombophlebitis, yang adalah bekuan atau gumpalan darah didalam vena yang meradang. Pada situasi ini, bekuan atau gumpalan pada deep vein menghalangi kembalinya darah, dan dengan konsekwensi menyebabkan tekanan balik yang meningkat pada vena-vena kaki (leg).

Venous insufficiency adalah persolan yang terlokalisir pada legs, pergelangan-pergelangan kaki (ankles), dan feet. Satu kaki (leg) mungkin lebih dipengaruhi daripada yang lain (asymmetrical edema). Berlawanan dengannya, penyakit-penyakit systemic yang berhubungan dengan penahanan cairan umumnya menyebabkan jumlah yang sama dari edema pada kedua kaki-kaki (legs), dan dapat juga menyebabkan edema dan pembengkakan ditempat lain dalam tubuh. Respon pada terapi dengan obat-obat diuretic pada pasien-pasien dengan venous insufficiency cenderung tidak memuaskan. Ini karena berkumpulnya cairan yang terus menerus pada ekstrimitas bagian bawah membuatnya sulit diuretics untuk mengerahkan cairan edema. Pengangkatan tungkai-tungkai (legs) secara periodok sepanjang hari dan penggunaan dari compression stockings mungkin meredakan edema. Beberapa pasien-pasien memerlukan perawatan secara operasi untuk menghilangkan edema yang kronis yang disebabkan oleh venous insufficiency.

Diuretics Digunakan Untuk Merawat Edema

Edema dapat menjadi persoalan pada penyakit-penyakit systemic dari jantung, hati atau ginjal-ginjal. Terapi diuretic dapat diawali, seringkali mengurangi edema. Diuretics yang paling kuat adalah loop diuretics, disebut demikian karena mereka bekerja pada bagian dari tubules ginjal yang dirujuk sebagai loop of Henle. Tubules ginjal adalah saluran-saluran kecil yang mengatur keseimbangan garam dan air, sementara mengangkut urin yang terbentuk. Clinical loop diuretics yang tersedia adalah:

  • furosemide (Lasix),
  • torsemide (Demadex), dan
  • butethamine (Bumex).

Dosis-dosis dari diuretics ini bervariasi tergantung pada keadaan-keadaan klinis. Obat-obat ini dapat diberikan secara otal, meskipn pasien-pasien yang sakit dengan serius dirumah sakit mungkin menerima mereka secara intravena untuk respon yang lebih segera atau efektif. Jika satu dari loop diuretics tidak efektif sendirian, ia mungkin digabungkan dengan agent yang bekerja lebih jauh kebawah (lebih distally) dalam tubule. Agent-agent ini termasuk diuretics tipe thiazide, seperti hydrochlorothiazide (HydroDIURIL), atau tipe diuretic yang serupa namun lebih kuat yang disebut metolazone (Zaroxolyn). Ketika diuretics yang bekerja di tempat-tempat berbeda dalam ginjal digunakan bersama-sama, responnya seringkali lebih besar daripada respon-respon yang digabungkan pada individual diuretics (synergistic response).

Beberapa diuretics seringjali menyebabkan kehilangan yang berlebihan dari potassium dalam urin, menjurus pada pengurangan potassium tubuh. Obat-obat ini termasuk loop diuretics, thiazide diuretics, dan metolazone. Pasien-pasien pada diuretics ini umumnya dinasehati untuk meminum suplemen-suplemen potassium dan/atau untuk memakan makanan-makanan yang tinggi potassiumnya. Makanan-makanan tinggi potassium termasuk buah-buahan tertentu seperti:

  • pisang,
  • jus jeruk,
  • tomat-tomat, dan
  • kentang-kentang.

Pasien-pasien dengan fungsi ginjal yang lemah seringkali tidak memerlukan suplemen-suplemen potassium dengan diuretics karena ginjal-ginjal mereka yang lemah cenderung untuk menahan potassium. Pada kejadian-kejadian tertentu, volume urin yang diinduksi oleh diuretic dapat diperbaiki dengan menambah diuretic hemat potassium, satu yang tidak menyebabkan pengurangan potassium. Diuretics ini termasuk spironolactone (Aldactone), triamterene (Dyrenium, komponen dari Dyazide), dan amiloride (Midamor). Menambah satu dari diuretics ini pada regimen diuretic pasien mungkin menghindarkan keperluan untuk suplemen-suplemen potassium. Diuretic lain yang dapat digunakan adalah acetazolamide (Diamox), yang menetralkan perkembangan dari konsentrasi yang meningkat dari bicarbonate (terlalu banyak alkali) dalam darah. Bicarbonate yang meningkat adakalanya terjadi pada pasien-pasien yang menerima diuretics lain.

Diuretics Digunakan Untuk Tujuan-Tujuan Lain

Diuretics mempunyai beberapa penggunaan-penggunaan lain sebagai tambahan merawat edema.

  • Diuretic mungkin digunakan sebagai bagian dari program perawatan untuk pasien-pasien dengan hipertensi. (Hipertensi atau tekanan darah tinggi mungkin disebabkan oleh penahanan garam, atau disebabkan oleh beberapa obat-obat antihipertensi). Kenyataannya, kebanyakan obat-obat yang melebarkan pembuluh-pembuluh darah dan mengurangi tekanan darah, kecuali untuk ACE inhibitors dan angiotensin receptor blockers, menjurus pada penahanan garam sekunder oleh ginjal-ginjal.
  • Thiazide diuretics juga telah digunakan untuk mencegah pembentukan batu-batu ginjal. Obat-obat ini mengurangi pengeluaran kalsium urin, yang adalah komponen dari batu ginjal.
  • Acetazolamide (Diamox) yang diambil sebelum pergi ke ketinggian-ketinggian yang tinggi, nampaknya mengurangi kecenderungan untuk orang-orang mengembangkan penyakit ketinggian.


Jika pengobatan medis tidak menyembuhkan penyakit Anda, cobalah cara spiritual dengan Tasbih Karomah.

 

Spesialis Mengatasi Masalah Anak