ASRIP ARTIKEL ILMU HIKMAH

Dihimpun oleh : www.ilmuhikmah.com  |  Home

 

Nomor & Judul Artikel :

Situs Artikel Islami Indonesia


 


Home


Daftar Artikel


Kontak kami


 

Dasyatnya Sedekah

Dimanakah letak kedahsyatan hamba-hamba Allah yang bersedekah? Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut :

Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptkana gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?"


Allah menjawab, "Ada, yaitu besi" (Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi).

Para malaikat pun kembali bertanya, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?"

Allah yang Mahasuci menjawab, "Ada, yaitu api" (Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api).

Bertanya kembali para malaikat, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?"

Allah yang Mahaagung menjawab, "Ada, yaitu air" (Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air).

"Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?" Kembali bertanya para malaikta.

Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, "Ada, yaitu angin" (Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).

Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, "Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?"

Allah yang Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab, "Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya."

Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.


Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.

Karenanya, tidak usah heran, seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas adalah orang-orang yang mempunyai kekuatan dahsyat. Sungguh ia tidak akan kalah oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan.

Apalagi kedahsyatan seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas? Pada suatu hari datang kepada seorang ulama dua orang akhwat yang mengaku baru kembali dari kampung halamannya di kawasan Jawa Tengah. Keduanya kemudian bercerita mengenai sebuah kejadian luar biasa yang dialaminya ketika pulang kampung dengan naik bis antar kota beberapa hari sebelumnya. Di tengah perjalanan bis yang ditumpanginya terkena musibah, bertabrakan dengan dahsyatnya. Seluruh penumpang mengalami luka berat. Bahkan para penumpang yang duduk di kurs-kursi di dekatnya meninggal seketika dengan bersimbah darah. Dari seluruh penumpang tersebut hanya dua orang yang selamat, bahkan tidak terluka sedikit pun. Mereka itu, ya kedua akhwat itulah. Keduanya mengisahkan kejadian tersebut dengan menangis tersedu-sedu penuh syukur.

Mengapa mereka ditakdirkan Allah selamat tidak kurang suatu apa? Menurut pengakuan keduanya, ada dua amalan yang dikerjakan keduanya ketika itu, yakni ketika hendak berangkat mereka sempat bersedekah terlebih dahulu dan selama dalam perjalanan selalu melafazkan zikir.

Sahabat, tidaklah kita ragukan lagi, bahwa inilah sebagian dari fadhilah (keutamaan) bersedekah. Allah pasti menurunkan balasannya disaat-saat sangat dibutuhkan dengan jalan yang tidak pernah disangka-sangka.

Allah Azza wa Jalla adalah Zat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya. Bahkan kepada kita yang pada hampir setiap desah nafas selalu membangkang terhadap perintah-Nya pada hampir setiap gerak-gerik kita tercermin amalan yang dilarang-Nya, toh Dia tetap saja mengucurkan rahmat-Nya yang tiada terkira.

Segala amalan yang kita perbuat, amal baik ataupun amal buruk, semuanya akan terpulang kepada kita. Demikian juga jika kita berbicara soal harta yang kini ada dalam genggaman kita dan kerapkali membuat kita lalai dan alpa. Demi Allah, semua ini datangnya dari Allah yang Maha Pemberi Rizki dan Mahakaya. Dititipkan-Nya kepada kita tiada lain supaya kita bisa beramal dan bersedekah dengan sepenuh ke-ikhlas-an semata-mata karena Allah. Kemudian pastilah kita akan mendapatkan balasan pahala dari pada-Nya, baik ketika di dunia ini maupun saat menghadap-Nya kelak.

Dari pengalaman kongkrit kedua akhwat ataupun kutipan hadits seperti diuraikan di atas, dengan penuh kayakinan kita dapat menangkap bukti yang dijanjikan Allah SWT dan Rasul-Nya, bahwa sekecil apapun harta yang disedekahkan dengan ikhlas, niscaya akan tampak betapa dahsyat balasan dari-Nya.

Inilah barangkali kenapa Rasulullah menyerukan kepada para sahabatnya yang tengah bersiap pergi menuju medan perang Tabuk, agar mengeluarkan infaq dan sedekah. Apalagi pada saat itu Allah menurunkan ayat tentang sedekah kepada Rasulullah SAW, "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir; seratus biji Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui," demikian firman-Nya (QS. Al-Baqarah [2] : 261).

Seruan Rasulullah itu disambut seketika oleh Abdurrahman bin Auf dengan menyerahkan empat ribu dirham seraya berkata, "Ya, Rasulullah. Harta milikku hanya delapan ribu dirham. Empat ribu dirham aku tahan untuk diri dan keluargaku, sedangkan empat ribu dirham lagi aku serahkan di jalan Allah."

"Allah memberkahi apa yang engkau tahan dan apa yang engkau berikan," jawab Rasulullah.

Kemudian datang sahabat lainnya, Usman bin Affan. "Ya, Rasulullah. Saya akan melengkapi peralatan dan pakaian bagi mereka yang belum mempunyainya," ujarnya.

Adapun Ali bin Abi Thalib ketika itu hanya memiliki empat dirham. Ia pun segera menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang hari, satu dirham secara terang-terangan, dan satu dirham lagi secara diam-diam.

Mengapa para sahabat begitu antusias dan spontan menyambut seruan Rasulullah tersebut? Ini tiada lain karena yakin akan balasan yang berlipat ganda sebagaimana telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Medan perang adalah medan pertaruhan antara hidup dan mati. Kendati begitu para sahabat tidak ada yang mendambakan mati syahid di medan perang, karena mereka yakin apapun yang terjadi pasti akan sangat menguntungkan mereka. Sekiranya gugur di tangan musuh, surga Jannatu na’im telah siap menanti para hamba Allah yang selalu siap berjihad fii sabilillaah. Sedangkan andaikata selamat dapat kembali kepada keluarga pun, pastilah dengan membawa kemenangan bagi Islam, agama yang haq!

Lalu, apa kaitannya dengan memenuhi seruan untuk bersedekah? Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala dan pelipat ganda rizki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!

Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Allah sendiri membuat perbandingan, sebagaimana tersurat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, seperti yang dikemukakan di awal tulisan ini.***

ARSIP ARTIKEL

 

 

 

Arsip Artikel Belajar Ilmu Hikmah

[ Home ] 001 Al Qowwiyu ] 002 Al Waliyyu ] 003 Barokah Shalat Khusyu ] 004 Belajar Dari Wajah ] 005 Bersandar Hanya Kepada Allah ] 006 Bila Hati Bercahaya ] 007 Buah Kebeningan Hati  Saudara ] 008 Budaya Bersahaja  Kecenderungan manusia berperilaku boros terhadap harta memang sudah ada di dalam dirinya ] 009 Bunga Rampai Nasihat  Mudah ] 010 Dahsyatnya Sedekah  Dimanakah letak kedahsyatan hamba ] 011 Diam Itu Emas  Dalam upaya mendewasakan diri kita ] 012 Etika Berwirausaha  Hikam ] 013 Getaran Allah Di Padang Arafah  Saudaraku para tamu Allah dan juga saudaraku di Tanah Air yang kali ini atas izin Alla... ] 014 Hakikat Cinta  Cinta adalah bagian dari fitrah ] 015 Ikhlas  Semoga Allah mengaruniakan kepada kita hati yang ikhlas ] 016 Ikhlas (2) ] 017 Ilmu Pembersih Hati  Ada sebait do ] 018 Indahnya Hidup Bersahaja  Bismillahirrohmaanirrohiim ] 019 Indahnya Kasih Sayang  Mahasuci Allah ] 020 Jalin Kebersamaan  Saudara ] 021 Keluarga Kunci Kesuksesan  Bismillaahirrahmaanirrahiim Seringkali kita dengar orang ] 022 Keluh Kesah  Hidup di kota besar semacam Jakarta atau Bandung membutuhkan kekuatan iman dan kekuatan mental ] 023 Kepompong Ramadhan  Semua amal anak Adam dapat dicampuri kepentingan hawa nafsu ] 024 Kewirausahaan  Hal yang sangat patut direnungkan oleh umat Islam ] 025 Kiat Membangun Kepercayaan ] 026 Kunci Hidup Sukses ] 027 Kunci Pengokoh Jiwa  1 ] 028 Lima S ] 029 Lima Tipe Karyawan ] 030 Lupakan Jasa Dan Kebaikan Diri  Semakin kita sering menganggap diri penuh jasa dan penuh kebaikan pada orang lain ] 031 Manajemen Qolbu  Apa itu MQ ] 032 Manajemen Waktu  Satu desah nafas kita saat menjalani waktu demi waktu ] 033 Membangun Kredibilitas  PERTAMA ] 034 Memperindah Hati  Setiap manusia tentulah sangat menyukai dan merindukan keindahan ] 035 Mencintai Kebersihan ] 036 Mengapa Doa Tak Diijabah ] 037 Mengatasi Cinta Dunia  Hikam ] 038 Mengendalikan Amarah  Hikam ] Daftar Artikel ] 039 Menggapai Bening Hati  Keberuntungan memiliki hati yang bersih ] 040 Menggapai Hidup Berkah  Bismillahirrahmaanirrahiim  Sekiranya penduduk negeri ] 041 Mengoptimalkan Daya Ubah  Mengubah perilaku ternyata tidak cukup hanya dengan contoh ] 042 Menikmati Kritik Dan Celaan  Kejernihan dan kekotoran hati seseorang akan tampak jelas tatkala dirinya ditimpa kritik ] 043 Menjaga Akhlak Kepada Allah  Mudah ] 044 Menjaga Lidah  Hikam ] 045 Menjaga Pandangan  Satu hal yang hendaknya dicamkan benar ] 046 Menyongsong Jamuan Ramadhan  Semoga Allah memberikan umur kepada kita untuk menikmati jamuan ] 047 Meraih Sukses  Hikam ] 048 Paksalah Diri Berbuat Taat  Mahasuci Allah ] 049 Pribadi Muslim Berprestasi  Sekiranya kita hendak berbicara tentang Islam dan kemuliaannya ] 050 Program Perbaikan Diri  Ya Allah ] 051 Sebaik-baik Manusia ] 052 Selalu Menata Hati  Betapa indahnya sekiranya kita memiliki qolbu yang senantiasa tertata ] 053 Seni Menata Hati Dalam Bergaul  Pergaulan yang asli adalah pergaulan dari hati ke hati yang penuh keikhlasan ] 054 Shalat Khusyu  Bismillahhirrahmaanirrahiim ] 055 Solusi  Ada pepatah yang mengatakan bahwa ] 056 Tawadhu  Alangkah beruntungnya orang ] 057 Teori Kepemimpinan  Bismillahirrohmanirrohim ] 058 Upaya Menghidupkan Qolbu  Kalau ada satu keberuntungan bagi manusia dibanding dengan hewan ] 059 Wanita Shalihah  Wanita yang didunianya solehah akan menjadi cahaya bagi keluarganya ] 060 Waspadai Tipu Daya Setan  Sahabat ] 061 Zuhud  Ada empat tipe manusia berkaitan dengan harta dan gaya hidupnya ] 062 Rumah Tangga yang Menyenangkan  Banyak orang yang menyangka bahwa pernikahan itu indah ] 063 Menakar Kemuliaan Akhlak  Setiap orang ingin merasakan kebahagiaan ] 064 Mengikis Sikap Otoriter  Salah satu yang berbahaya diantara penyakit hati yang kita miliki adalah sifat egois ] 065 Nikmati Proses  Sebenarnya yang harus kita nikmati dalam hidup ini adalah proses ] 066 Amal yang Tetap Bermakna  Berhati ] 067 Suami, Pemimpin Bagi Keluarga ] 068 Karunia Hidayah  Siapapun di dunia ini hanya akan menjaga dengan sungguh ] 069 Rasul Panutan Ummat  Salam sejahtera kepada penghulu segenap makhluk yang paling mulia ] 070 Bila Selalu Mengingat Mati  Sehalus ] 071 Potensi Ruhiyah  Ternyata kekuatan adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh siapapun yang ingin memperoleh kemenangan ] 072 Keutamaan dan Kasih Sayang Ibu  Hikam ] 073 Doa Orang Tua ] 074 Istighfar  Astaghfirullah Robbal Barooyaa Astaghfirullah Minal Khotooyaa  Robbi Zidhnii ]

 

Pusat Belajar Ilmu Hikmah - Ilmu Spiritual Islam